Jakarta – RENTAKNEWS : Majelis Nasional KAHMI (Korp Alumni HMI) menyesalkan sikap Presiden RI Ir. Joko Widodo yang lamban merespon penindasan umat Islam Uyghur yang terjadi di Provinsi Xianjing Republik Rakyat Cina. Penyesalan tersebut terungkap dalam Pernyataan Sikap resmi MN KAHMI Nomor: 261/B/MNK/KAHMI/XII/2019 tentang Penindasan Muslim Uyghur oleh Rezim Komunis Cina yang ditandatangani Koordinator Presidium MN KAHMI Dr. Ir. Herman Khaeon, M.Si  dan Sekretaris Jenderal Drs. Manimbang Kahariady.

“Menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo yang tidak pro-aktif dalam merespon permasalahan Uyghur. KAHMI sangat menyesalkan sikap pemerintah Indonesia yang tidak tangkas dalam merespon persekusi yang dialami warga Uyghur di Xingjiang,” tulis pernyataan sikap itu.

KAHMI juga meminta pemerintah Indonesia dan dunia internasional agar mendesak Dewan HAM dan Dewan Keamanan PBB mengambil langkah-langkah preventif dan proteksi terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan otoritas Cina terhadap minoritas Uyghur di Xinjiang.

Untuk itu, MN KAHMI menginstruksikan seluruh aparat KAHMI di semua jenjang kepemimpinan (Majelis Wilayah Kahmi dan Majelis Daerah Kahmi) menggalang gerakan simpatik dan doa bersama sebagai bentuk empati dan simpati pada kaum muslimin di Uyghur.

Pernyataan sikap yang dikeluarkan Rabu (18/12/2019) itu juga mengutuk keras persekusi dan kebiadaban rezim komunis Cina terhadap etnis minoritas Muslim Uyghur di Provinsi Xinjiang. Untuk itu MN KAHMI, mendukung pernyataan sikap 22 negara terutama Uni Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Australia dan Selandia Baru yang mengecam perlakuan otoritas Cina terhadap warga Uyghur di Xinjiang.

Disamping itu, MN KAHMI mengecam keras 37 negara, termasuk Arab Saudi, Aljazair dan Rusia yang membela kebiadaban otoritas komunis Cina atas warga Uyghur di Xinjiang tanpa adanya klarifikasi terhadap pemberantasan terorisme dan penentangan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan otoritas Cina etnis minoritas Uyghur. Berikut pernyataan sikap tersebut:

Pernyataan Sikap

Majelis Nasional KAHMI

Tentang Penindasan Muslim Uyghur Rezim Komunis Cina

Nomor: 261/B/MNK/KAHMI/XII/2019

Dengan sentiasa mengharap ridho Allah SWT, setelah mencermati tindakan persekusi dan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan otoritas Cina terhadap umat Islam etnis Uyghur di provinsi Xianjing Republik Rakyat Cina, Majelis Nasional KAHMI menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Mengutuk keras persekusi dan kebiadaban rezim komunis Cina terhadap etnis minoritas Muslim Uyghur di provinsi Xinjiang.
  2. Mendukung pernyataan sikap 22 negara terutama Uni Eropa, Amerika Serikat, Jepang, Australia dan Selandia Baru yang mengecam perlakuan otoritas Cina terhadap warga Uyghur di Xinjiang.
  3. Mengecam keras 37 negara, termasuk Arab Saudi, Aljazair dan Rusia yang membela kebiadaban otoritas komunis Cina atas warga Uyghur di Xinjiang tanpa adanya klarifikasi terhadap pemberantasan terorisme dan penentangan terhadap pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan otoritas Cina etnis minoritas Uyghur.
  4. Menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo yang tidak pro-aktif dalam merespon permasalahan Uyghur. KAHMI sangat menyesalkan sikap pemerintah Indonesia yang tidak tangkas dalam merespon persekusi yang dialami warga Uyghur di Xingjiang.
  5. Meminta pemerintah Indonesia dan dunia internasional agar mendesak Dewan HAM dan Dewan Keamanan PBB mengambil langkah-langkah prevensi dan proteksi terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan otoritas Cina terhadap minoritas Uyghur di Xinjiang.

Menginstruksikan kepada suluruh Aparat KAHMI di semua jenjang kepemimpinan (Majelis Wilayah Kahmi dan Majelis Daerah Kahmi) menggalang gerakan simpatik dan doa bersama sebagai bentuk empati dan simpati pada kaum muslimin di Uyghur.

Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan, semoga Allah SWT senantiasa memberikan

bimbingan dan petunjuk pada pemimpin kita dalam mengemban amanah, Amin.

Billahi Taufiq wal Hidayah

Jakarta, 21 Rabiul Akhir 1441 H

             18 Desember 2019 M

MAJELIS NASIONAL KAHMI

Dr. Ir. Herman Khaeon, M.Si (Koordinator Presidium)

Drs. Manimbang Kahariady (Sekretaris Jenderal)

Sumber:

MN KAHMI

Editor:

Harun AR

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here