MEDAN – RENTAKNEWS : Anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Sumatera Utara H. Muhammad Nuh mengatakan sekarang ini sudah ada sebahagian orang Indonesia yang mulai pudar rasa cintanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal itu terbukti dengan adanya berita-berita tentang pengkhianatan seperti koruptor dan mereka yang mengeksploitasi, menguras dan menggerogoti kekayaan negara, apakah itu untuk kepentingan pribadi maupun pesanan pihak asing.

IKLAN

Hal itu dikatakan Muhammad Nuh ketika melakukan Sosialisasi Empat Pilar Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di  Aula PAUD Diknas Kota Medan, Jum’at (07/02/2020).

“Secara kasat mata, hampir setiap saat, kita bisa melihat dalam pemberitaan adanya oknum-oknum pengkhianat yang mengeksploitasi, menguras dan menggerogoti kekayaan negara untuk kepentingan pribadi maupun pesanan asing,” kata Muhammad Nuh di hadapan ratusan konstituennya ini.

Untuk itu, Muhammad Nuh berharap kepada generasi muda agar melek teknologi dan mampu memanfaatkan IT agar tidak terjebak dalam pusaran arus informasi yang menyesatkan. Perkembangan IT yang sangat pesat itu hendaknya menjadi jembatan guna mendukung tercapainya nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Menurut Muhammad Nuh, kemajemukkan sosial budaya yang dikristalisasikan dalam Pancasila merupakan jatidiri nasional bangsa, asas kerohanian negara dan sumber cita-cita nasional sekaligus identitas dan integritas nasional yang diikat dalam satu ikatan Bhinneka Tunggal Ika.

Oleh karena itu, menurut Muhammad Nuh, Pancasila sebagai ideologi negara merupakan rumusan dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara. Sedangkan UUD 1945 adalah dasar hukum dan sumber  hukum positif negara yang sekaligus menjadi konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“UUD 1945 adalah hukum tertinggi dalam strata hukum di Indonesia dan sekaligus menjadi konstitusi yang harus ditaati pemerintah. Sedangkan NKRI adalah bentuk negara Indonesia  yang sudah final dan tidak perlu lagi diperdebatkan. Untuk itu kita harus dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ketua DPW Persis Sumatera Utara ini.

Muhammad Nuh mengatakan, konsep Bhinneka Tunggal Ika adalah perwujudan keragaman Bangsa Indonesia yang terdiri dari  berbagai suku, bahasa, agama namun tetap satu dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika  dan inilah yang mempersatukan bangsa ini.

Namun, menurut Muhammad Nuh, kita juga harus peka terhadap ancaman baik yang datang dari luar maupun dari dalam negeri, agar negeri ini tidak tercabik-cabik. Pendiri republik ini telah meletakkan dasar negara yang berketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama dari Pancasila.(*)

Reporter:

Abdul Aziz

Editor:

Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here