MEDAN – RENTAKNEWS : Seorang wartawati media internasional Wall Street Jurnal (WSJ) Chao Deng masih tertahan di Wuhan, Provinsi Hubei Cina dan tak diizinkan pemerintah Cina untuk menulis berita tentang situasi Wuhan saat ini.

Chao bersama Wakil Kepala WSJ Biro China Josh Chin dan wartawan WSJ lainnya Philip Wen dicabut kartu persnya oleh pemerintah Cina terkait artikel berjudul “China is the Real Sick Man of Asia” yang menggambarkan wabah COVID-19 yang menyebar dari Wuhan.

Juru bicara Kementerian luar Negeri Cina Zhao Lijian dalam pernyataan tetulisnya mengatakan, Chao Deng dan dua kawannya atas dasar kemanusiaan masih diizinkan tinggal di Wuhan sampai isolasi Wuhan dicabut. “Namun mereka tidak diizinkan menulis berita dan melakukan wawancara. Jika isolasi Wuhan dicabut, mereka harus segera pergi sesegera mungkin,” kata Zhao Lijian lagi.

Ketiganya diperintahkan meninggalkan China paling lambat lima hari setelah keputusan tersebut dikeluarkan pada 19 Februari 2020. Chao dan Josh berkewarganegaraan Amerika Serikat, sedangkan Philip warga negara Australia.

Menurut Zhao, kata-kata “the real sickman” itu sangat menghina karena tulisan tersebut mengaitkan periode tertentu dalam sejarah Cina. “(Artikel) WSJ itu telah memicu kemarahan orang-orang Cina karena melukai perasaan kami,” tutur diplomat yang baru tiga hari ditunjuk sebagai jubir baru di Kemenlu Cina itu.

Atas pengusiran tersebut, pemerintah AS berencana melakukan tindakan balasan terhadap wartawan Cina. “Para pejabat AS itu harus membaca email yang ditandatangani 53 karyawan WSJ di Cina bahwa ini bukan tentang independensi editorial atau perbedaan antara berita dan opini. Ini tentang pilihan yang keliru dari judul berita yang sangat ofensif terhadap banyak orang, tidak hanya di Cina,” ujar Zhao menanggapi sikap AS tersebut.

Sebelum memutuskan pengusiran, pemerintah Cina telah mendesak WSJ untuk meminta maaf atas penerbitan artikel tersebut. Sampai berita ini diturunkan, jumlah kasus positif COVID-19 di China telah mencapai angka 77.785. Dari jumlah itu, sebanyak 2.666 orang meninggal dunia dan 27.421 orang dinyatakan sembuh. (*)

Sumber:

Endigo

Editor:

Harun AR

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here