7 Desember 2021

Arlinda Sari Wahyuni Dikukuhkan Sebagai Guru besar Tetap USU

MEDAN – RENTAKNEWS : Prof. Dr. dr. Arlinda Sari Wahyuni, M.Kes, FISPH, FISCM dikukuhkan sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Kesehatan Masyarakat pada Fakultas Kedokteran USU, Senin, 16 Maret 2020 di Gelanggang Mahasiswa USU. Bersama Arlinda juga dikukuhkan Prof. Rahmawaty S.Hut, MSi, Ph.D  sebagai Guru Besar Tetap dalam bidang Ilmu Kehutan pada Fakultas Kehutanan USU.

Dalam pidato pengukuhannya yang berjudul “Harmonisasi Perilaku Pengobatan Penyakit Kronis Pada Layanan Primer di Indonesia” diungkapkannya bahwa lebih dari 140 penyakit termasuk penyakit kronis wajib ditangani oleh fasilitas kesehatan tingkat pertama (primer) seperti Puskesmas, Dokter Keluarga, dan Klinik Pratama. Penyakit kronis seperti tuberkulosis, HIV?AIDS, malaria, kusta, filariasis, diabetes, hipertensi, jantung, kanker, paru dan asma merupakan penyebab kematian terbesar di dunia.

“Penyakit kronis menyebabkan kematian terbesar di dunia. 71 persen dari 57 juta kematian di dunia disebabkan penyakit kronis. Oleh karena itu dalam manajemen pengobatan penyakit, peran pasein, petugas medis dan dokter sangatlah penting. Perilaku pengobatan yang benar adalah pemberian obat yang sesuai (appropriate), dosis dan frekuensi yang tepat (adequate), serta perilaku adherensi dan konkordansi terhadap pengobatan. Untuk itu diperlukan komunikasi dokter dan pasein untuk menciptakan saling pengertian demi suksesnya pengobatan,” kata Ketua Departemen IKM/IKP/IKK (Komunitas) FK USU ini.

Menurut Arlinda, komunikasi efektif antara dokter-pasein penyakit kronis akan menimbulkan kelekatan atau sikap adhere pada pasein terhadap penyakitnya sehingga pasein paham kenapa harus melakukan pengobatan yang terus menerus. Komitmen pengobatan pasein akan meningkat dengan adanya pemahaman itu sehingga mutu layanan primer di Indonesia dapat ditingkatkan.

Arlinda Sari Wahyuni lahir di Lhoukseumawe, 9 Juni 1969 sebagai anak keempat pasangan Ali Umar (alm.) dan Yuzarni. Pendidikan dasar dan menengah dijalaninya di SD II Yaspendhar Medan, SMPN I Medan dan SMA N I Medan. Menyelesaikan Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran USU tahun 1995, S2 Kesehatan Masyarakat di FKM UI tahun 2002 dan S3 Ilmu Kedokteran di FK USU tahun 2012. Selain berkiprah menjadi dosen di FK USU, Arlinda juga aktif diberbagai organisasi profesi seperti IDI dan PDKI. Arlinda juga aktif di ormas Ke-Islaman  seperti DDII dan FORHATI.

Sementara Rahmawaty lahir di Ujung Pandang tanggal 21 Juli 1974 dari pasangan Drs. H. Hamsuddin Sanusi dan Hj. Nurjannah. Gelar S1 diperolehnya dari Fakultas Kehutanan IPB Bogor, S2 dari Program Pasca Sarjana IPB Bogor dan gelar S3 dari University of Philipines at Los Banos.

Dalam sambutannya Rektor USU Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH, MHum mengingatkan agar kedua guru besar yang baru dikukuhkan selalu meningkatkan kualitas keilmuannyan dengan melahirkan karya-karya besar dan fenomenal sehingga berdampak pada kualitas individu dan masyarakat. (*)

Reporter:

Abdul Aziz

Editor:

Harun AR

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram