9 Desember 2021

80 Ormas Perempuan di Sumut Tolak RUU HIP

Ketua FAHMI UMI : “RUU HIP Pelecehan Terhadap Nilai-nilai Agama”

Ketua PP FAHMI UMI Mislaini Suci Rahayu

MEDAN – RENTAKNEWS.COM : Sedikitnya 80 organisasi kemasyarakatan perempuan dan majelis taklim/wirid/pengajian kaum perempuan di Sumatera Utara menyatakan menolak Rencana Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) yang sedang dalam pembahasan di DPR RI. “RUU HIP ini merupakan pelecehan dan penghinaan terhadap agama dan nilai-niai luhur Ketuhanan Yang Maha Esa yang selama ini dijunjung tinggi oleh seluruh bangsa Indonesia,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Forum Silaturrahim Ummi Muslimah Indonesia (FAHMI UMI) Mislaini Suci Rahayu kepada Rentaknews,com, Senin (06/07/2020) di sekretariat PP FAHMI UMI di Medan.

Menurut Mislaini, pada tanggal 30 Juni 2020 di Medan, sekitar 800 orang ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi masyarakat perempuan kelompok pengajian/wirid  anggota FAHMI UMI mendeklarasikan pernyataan sikap menolak RUU HIP tersebut.

Dalam pernyataan sikap itu tegas dinyatakan bahwa Pancasila merupakan ideologi Negara Republik Indonesia dan landasan konstitusional tertinggi negara sehingga tidak wajar jika ideologi Pancasila diturunkan derajatnya menjadi Undang-Undang HIP ini. ‘Untuk itu kami kamu perempuan Sumatera Utara menolak dengan tegas RUU HIP itu dan meminya DPR untuk tidak membahas UU tersebut menjadi UU,” katanya lagi.

Menurut Mislaini, RUU HIP ini tidak meletakan agama sebagai suatu hal utama dan mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tapi malahan memeras Pancasila menjadi Trisila yaitu sosio-nasionalisme, sosio demokrasi serta Ekasila yaitu Ketuhanan yang Berkebudayaan. Para penggagas RUU HIP ini jelas-jelas ingin menghapus sila pertama dari Pancasila yaitu Ketuhanan yang Maha Esa yang telah dikukuhkan pada Pasal 29 Ayat (1) UUD tahun 1945.

Lebih lanjut Mislaini mengatakan dalam, dengan menyingkirkan peranan agama dalam kehidupan Berbangsa dan bernegara maka sebenarnya mereka ingin mengingkari keberadaan UUD 1945 sebagai Dasar Negara.

Menurut Mislaini, RUU HIP ini juga tidak mencantumkan TAP MPRS Nomor 25/MPRS/1966 Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, pernyataan sebagai Organisasi Terlarang di seluruh  wilayah Negara Republik Indonesia bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan untuk Menyebarkan atau Mengembangkan Paham atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme. Ini jelas terlihat sebagai bentuk pengabaian dan usaha pengaburan terhadap fakta sejarah tentang kesadisan dan kebiadaban yang pernah dilakukan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia. “Ini merupakan pengkhianatan terhadap bangsa Indonesia serta menyetujui kebiadaban dan kesadisanyang dilakukan oleh PKI tersebut,” kata Mislaini lagi.

Lebih lanjut Mislaini mengatakan, kita patut mencurigai iktikad oknum-oknum yang menggagas RUU HIP iniuntuk membangkitkan kembali ajaran komunis dan Partai Komunis di Indonesia. Untuk itu kaum perempuan di Sumatera Utara menuntut agar pihak berwenang mengusut secara serius oknum-oknum tersebut.

Di samping itu dalam pernyataan sikap itu, FAHMI Umi juga mengimbau seluruh organisasi perempuan di seluruh Indonesia agar mewaspadai penyebaran kembali paham komunisme di Indonesia dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terpengaruh ajaran dan paham komunisme yang dapat disusupkan dengan berbagai cara dan metode untuk menghancurkan keutuhan NKRI.

“Kami juga meminta kepada fraksi–fraksi di DPR RI untuk menjaga keutuhan NKRI dengan menolak tegas RU HIP tersebut dan tidak memberikan ruang gerak sedikitpun bagi bangkitnya PKI dan mendukung sepenuhnya upaya-upaya yang dilakukan TNI sebagai pengawal Pancasila dan NKRI.

Mislaini menegaskan jika pernyataan sikap ini diabaikan pihak berwenang maka kaum perempuan Sumatera Utara akan menjadi garda terdepan untuk berhadapan dengan siapa saja yang mencoba membangkitkan kembali faham komunisme di Indonesia. (*)

Reporter:
Ansari Adnant

Editor:

Harun AR

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram