Koni Ismail Siregar

SIANTAR-RENTAKNEWS.COM : Mencuatnya nama mantan Wakil Walikota Pematangsiantar periode 2010-2015 Koni Ismail Siregar (KIS) dalam bursa bakal calon Walikota Pematangsiantar disambut warga Kota Pematangsiantar dengan antusias. Mereka seakan sangat merindukan dan  menginginkan KIS agar benar-benar mau kembali memimpin Kota Pematangsiantar untuk periode 2020-2025 ini.

“Saya tahu dan kenal Bang KIS sebagai figur pemimpin yang cepat tanggap masalah yang dihadapi warga kota. Waktu beliau jadi Wakil Walikota beliau selalu terjun langsung ke akar rumput membina anak muda, membina ibu-ibu dengan menggalakkan pengajian kaum ibu di Kota Pemtangsiantar. Selama beliau menjabat setiap bulan selalu ada pengajian kaum ibu di rumah dinas Wakil Walikota Pematangsiantar. Saya yakin, ibu-ibu di sini merindukannya,” kata tokoh masyarakat Siantar yang juga Walikota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kota Pematangsiantar Drs Robin Samosir, MM kepada Rentaknews.com, Selasa (14/07/2020).

Usai menjabat sebagai Wakil Walikota Pematangsiantar tahun 2010 KIS memang tidak lagi mencalonkan diri dalam Pilkada Kota Pematangsiantar karena waktu itu calon PNS harus mengundurkan diri dari statusnya sebagai PNS. Sebagai PNS aktif waktu itu KIS lebih memilih melanjutkan kariernya sebagai PNS dibandingkan harus mengundurkan diri untuk maju Pilkada. Kini KIS berkiprah sebagai salah seorang pejabat di Pemprovsu.

“Kita berharap Bang KIS mau balek ke Siantar karena Siantar butuh pemimpin yang mau langsung terjun ke tengah masyarakat, tanggap terhadap kondisi warga, mengerti konsep penataan kota. Dulu Bang KIS selalu terjun ke lapangan jika ada laporan masalah warga. Tidak seperti pemimpin sekarang, lebih banyak tidur,” kata Robin lagi.

Saat ini kata Robin, Kota Pematangsiantar menghadapi masalah yang cukup ruwet dan gawat yaitu masalah banjir. Sebentar saja hujan, kota sudah terendam air. Sejak kecil saya tinggal di sini tidak pernah merasakan banjir, tapi kita kini sangat gawat, banjir di mana-mana. Ini akibat pemimpinnya tidak peduli dan tidak memahami konsep penataan kota yang baik. Izin bangunan diberikan secara sporadis tanpa memperhatikan peruntukannya sehingga lahan yang seharusnya untuk resapan air dibangun ruko atau bangunan lain.

Disamping itu pembangunan kota tidak terkendali sesuai dengan konsep penataan kota, gedung dan perumahan dibangun tanpa membangun drainase yang memadai sesuai dengan aturan. Akibatnya saluran drainase tumpat di mana-mana mengakibatkan banjir jika hujan turun.

“Ini memang akan menjadi tugas berat Bang KIS, tapi saya yakin beliau pasti bisa menata ulang Kota Pematangsiantar,” kata Robin lagi.

Menurut Robin, KIS adalah sosok yang mumpuni dalam birokrasi pemerintahan. Beliau pernah menjadi Camat Teladan Tingkat Provinsi Sumatera Utara ketika menjabat sebagai Camat Siantar Utara. Setelah jadi Camat, KIS menjabat sebagai salah seorang Kepala Dinas di Pemkot Pematangsiantar sebelum jadi Wakil Walikota.

“Bang KIS sangat menguasai problematika dan karakter masyarakat Siantar. Ini akan menjadi modal yang besar untuk sukses memimpin Kota Pematangsiantar,” kata Robin lagi.

Ketika diminta tanggapannya tentang harapan masyarakat Siantar ini, Koni Ismail Siregar dengan enteng menjawab, “Jika memang warga Kota Siantar menginginkan itu, saya siap mengorbankan karier PNS saya untuk kembali memimpin Kota Pematangsiantar,” kata KIS via telepon seluler kepada Rentaknews.com. (*)

Reporter:

An Jambak

Editor:

Harun AR

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here