1 Desember 2021

Gempa M 5,1 Selat Sunda, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Ilustrasi Gempa (kompas)

Ilustrasi Gempa (kompas)

Jakarta – Gempa tektonik bermagnitudo 5,1 mengguncang wilayah Selat Sunda, Rabu pagi 26 Agustus 2020, pukul 06.27.59 WIB, dengan magnitudo 5,1. Badan Meteotologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.

Menurut Daryono, Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG yang dihubungi, pusat sumber atau episenter gempa terletak di laut. “Berjarak 141 kilometer arah selatan Kota Agung, Tanggamus, Lampung,” ujarnya, Rabu, 26 Agustus 2020.

Baca Juga : BPJS UNGKAP MASIH ADA ORANG KAYA PENERIMA BANTUAN IURAN

Menurut data BMKG sebelumnya, magnitudo gempa 5,3, berlokasi di koordinat 6.71 LS – 104.57 BT. Jaraknya berkisar 112 kilometer barat daya Sumur, Banten, dengan kedalaman 10 kilometer.

Hasil pemutakhiran data lainnya oleh BMKG, sumber gempa berkedalaman 43 kilometer. “Gempa dangkal ini dipicu aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia di zona Megathrust,” katanya. Mekanisme gempa berupa pergerakan sesar naik (thrust fault).

Guncangan gempa dirasakan di sebagian daerah di Banten sebelah barat seperti Labuan dengan skala intensitas IV MMI. Gempa dirasakan banyak orang di dalam rumah dan sebagian di luar rumah hingga bisa membuat gerabah pecah dan pintu atau jendela berderik serta dinding berbunyi.

Baca Juga : SEMPAT TERTUNDA, PRESIDEN JOKOWI AKAN RILIS BANTUAN RP 600 RIBU BESOK

Lindu itu juga terasa di Pandeglang dengan skala intensitas II MMI dan Tanggamus, Lampung sekitar I-II MMI. Gempa di daerah tersebut dirasakan sebagian orang di dalam rumah dan membuat benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Sejauh ini BMKG belum mendapat laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. (dc/rn)

ANWAR SISWADI

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram