MEDAN-RENTAKNEWS.COM : Direktur UKM Center Sumatera Utara Ir. Deni Faisal Mirza memprediksi pelaku UKM di Provinsi Sumatera Utara rentan dan rawan penyalahgunaan narkoba. Untuk itu pihaknya melakukan tindakan preventif dengan mengadakan Bimbingan Teknis  bagi Pendamping, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda pada Kawasan Rawan dan Rentan Narkoba di Prpvinsi Sumatera Utara, Rabu (26/07/2020) di Hotel Four Point Medan.

IKLAN

“Catatan Badan Narkotika Nasional menunjukkan sekitar 3.600.000 orang di Indonesia terpapar narkoba. Provinsi Sumatera Utara menempati peringkat pertama dari  34 provinsi, dimana dari 14.500.000 penduduk, sekitar 1.000.000 orang sudah terpapar narkoba,” katanya saat menjadi narasumber pada acara yang dihadiri dan dibuka langsung Direktur Pemberdayaan Alternatif BNN Brigjen Pol. Drs. Andjar Dewanto, SH, MBA.

Menurut Deni,  dengan melakukan pengembangan kewirausahaan, pelatihan wirausaha dengan mengangkat kearifan lokal dan bahan-bahan yang mudah didapat, diharapkan  kegiatan tersebut menjadi usaha preventif yang dapat berlanjut untuk meningkatkan taraf hidup serta perekonomian masyarakat pada Kawasan Rawan Narkoba.

Lebih lanjut Deni mengatakan, saat ini dunia sedang menghadapi bonus demografi dengan melonjaknya penduduk bumi mencapai 1 milyar orang. “Indonesia sejak awal 2020 hingga puncaknya 2030 nanti, jumlah usia produktif kategori usia 16-64 tahun jauh lebih besar dari angka kelahiran usia 0-15 tahun. Bonus demografi ini akan berdampak positif jika memiliki penduduk kita memiliki sumber daya manusia yang bagus serta skill yang mumpuni maka Indonesia akan naik kelas dari negara berkembang menjadi negara maju. Namun itu harus dipersiapkan mulai sekarang. Yang kita takutkan adalah ketika kita tidak siap maka dampak yang muncul adalah pengangguran besar-besaran, PHK masal akan terjadi karena SDM tidak siap berkompetisi. Kriminalitas akan meningkat karena banyaknya orang yang tidak bekerja dan kebutuhan hidup harus terpenuhi, satu sisi lapangan kerja sempit,” kata Deni lagi.

Selain Deni, tampil sebagai narasumber Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan Dra. Edliaty Siregar, MAP. Dalam paparannya, Edliaty Siregar memaparkan empat poin penting mengenai kebijakan program P4GN (Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba) bagi Pemuda, implementasi program pemberdayaan alternatif pada kawasan rawan Kota Medan, sinergitas BNN Provinsi Sumut dan Pemko Medan pada kawasan rawan narkoba serta dukungan wirausaha kecil dan menengah melalui KUKM Kota Medan.

Materi ketiga mengenai optimalisasi peran fungsi strategis pendamping, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat dalam penanganan kawasan rawan narkoba melalui pemberdayaan alternatif. Dalam paparannya beliau menjelaskan fungsi dan peran, hak serta kewajiban pendamping. Kemudian mengenalkan Toko Stop Narkoba Online yang sudah go intersnasional sebagai sarana untuk memasarkan hasil karya masyarakat binaan di kawasan rawan narkoba.

Rangkaian acara diakhiri dengan pelantikan pendamping dan penyerahan surat tugas kepada para pendamping. (*)

Reporter:
Dewani Dalimunthe

Editor:

Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here