MEDAN—RENTAKNEWS.COM : Terkait soal ganti rugi lahan SMKN 13 dan SMAN 19 Medan yang tak kunjung ada penyelesaian, delapan ahli waris H. Muhammad Yunus akan melakukan gugatan pidana dan perdata ke pengadilan baik ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) maupun ke Pengadilan Negeri  (PN) Medan. Hal itu diungkapkan Kuasa Hukum Ahli Waris H. Muhammad Yunus, Dedek Kurniawan, SH kepada Mitranews, Sabtu, 29/08/2020 di kantornya di Jalan Sei Batuan Medan.

IKLAN

“Kami sekitar bulan Maret yang lalu sudah melayangkan somasi ke Pemko Medan dan Dinas Pendidikan Kota Medan dengan tembusan ke Ketua DPRD Kota Medan, Kepala Kantor BPN Kota Medan, Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud RI, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Tarukim Provinsi Sumatera Utara, Kepala Sekolah SMA Negeri 19 Medan dan Kepala Sekolah SMK Negeri 13 Medan di Medan, namun hingga kini belum ada tanggapan. Jadi untuk selanjutnya kami sebagai kuasa hukum yang ditunjuk ahli waris akan melakukan gugatan pidana dan perdata melalui PN Medan dan PTUN Medan,” kata Dedek Kurniawan didampingi Muhammad Windoe, SH usai bertemu ahli waris di lokasi tanah sengketa.

Bahkan menurut Dedek Kurniawan, pada hari Rabu tanggal 22 Juli 2020, pihak ahli waris sudah melakukan upaya perlawanan hukum dengan melakukan aksi pendirian plang hak milik atas lahan SMKN 13 Medan dan SMAN 19 Medan yang terletak di Jalan Seruwai, Lingkungan XVIII Ujung Pawang, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan Kota Medan. ”Aksi pendirian plang tersebut adalah bentuk perlawanan atas kesewenang-wenangan Pemerintah Kota (Pemko) Medan yang diduga telah mencaplok lahan milik ahli waris alm. H. Muhammad Yunus berdasarkan Warkah Wakaf Grand Sultan Deli tanggal 14 Ramadhan 1330 Hijriah.

“Atas dasar itulah, saya atas nama serta mewakili kepentingan hukum Pemberi Kuasa yang bernama Ishak Kasim yaitu salah seorang dari delapan orang ahli waris alm. H. Muhammad Yunus yang dalam kepentingannya mempertahankan serta mengurus hak-haknya atas sebidang tersebut,” kata Dedek Kurniawan lagi. Delapan orang ahli waris alm. H. Muhammad yunus adalah Nur Ainon, Ishak Kasim, Zurmiah, Jadidah Anin, Muhammad amri, Rohasni, Khairiah dan Rarniah.

Menurut Dedek Kurniawan, Almarhum H. Muhammad Yunus adalah pemilik sah tanah dengan ukuran 120 depa x 180 depa atau 180 meter x 270 meter = 48.600 M² yang terletak di Lingkungan 18 Ujung Pawang, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan – Sumatera Utara berdasarkan Warkah Wakaf atau Surat Grand Sultan Deli tertanggal 14 Ramadhan 1330 H. Selama ini para ahli waris selalu bermukim/bertempat tinggal/berdomisili di atas tanah tersebut.

Menurut Dedek Kurniawan, tanpa sepengetahuan kliennya, Pemko Medan telah menerbitkan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) No. 5/Sei Mati seluas 89.000 M2 dengan memasukkan lahan seluas 48.600 M2  yang selama ini dikuasai ahli waris Alm. H. Muhammad Yunus. “Padahal klien kami baik selaku diri pribadi dan atau mengatas namakan serta mewakili ahli waris lain tidak pernah melakukan jual beli/hibah/pelepasan hak/pemisahan dan atau transaksi hukum lainnya terhadap objek tanah tersebut kepada pihak lain,” kata Dedek Kurniawan lagi.

Atas dasar HPL No.5/Sei Mati itulah Pemko Medan dan/atau Dinas Tarukim Kota Medan dan/atau Dinas Pendidikan Kota Medan membangun rumah susun, SMKN 13 Medan dan SMAN 19 Medan. Bangunan SMKN 13 Medan dan SMAN 19 Medan yang bersebelahan nyata-nyata berada di atas lahan Warkah Wakaf Grand Sultan Deli tanggal 14 Ramadhan 1330 Hijriah tersebut.

Menurut keterangan ahli waris alm. H. Muhammad Yusnus, selama ini mereka telah melakukan tindakan-tindakan dan upaya yang menghalang-halangi serta menghentikan usaha penguasaan tanah yang dilakukan oleh pihak lain namun hingga kini masih belum memperoleh hasil yang memuaskan seperti yang diinginkan oleh ahli waris.

Dedek Kurniawan menduga HPL No. 5/Sei Mati atas nama Pemerintah Daerah Kota Madya Tingkat II Medan seluas ± 89.000 M² (delapan puluh sembilan ribu meter persegi) telah disalah gunakan oleh pihak tertentu untuk menempati dan menguasai lahan Warkah Wakaf Grand Sultan Deli tanggal 14 Ramadhan 1330 Hijriah yang dikuasai alm. H. Muhammad Yunus dengan membangun Gedung SMAN 19 Medan dan SMKN 13 Medan beserta fasilitasnya.

“Besar dugaan kami telah terjadi manipulasi dokumen dan atau pemalsuan dan atau penyelundupan fakta ke dalam dokumen autentik oleh persekongkolan jahat oknum-oknum penjabat yang berwenang sehingga dapat berdirinya SMAN 19 Medan dan SMKN 13 Medan di atas lahan seluas ± 22.000 M² (dua puluh dua ribu meter persegi) yang masih merupakan bagian dari Warkah Wakaf/Surat Grand Sultan Deli tertanggal 14 Ramadhan 1330 H atas nama H. Muhammad Yunus. Perbuatan tanpa hak menguasai sebidang tanah adalah perbuatan yang menciderai rasa keadilan bagi klien kami sehingga persekongkolan oknum-oknum penjabat tersebut dapat dikualifikasikan perbuatan melawan hukum sebagaimana melanggar pasal 1365 KUHPerdata dan atau dapat juga dikualifikasi perbuatan pemalsuan sebagaimana melanggar pasal 263 jo pasal 266 KUHP serta dapat juga dikualifikasi tindakan penyerobotan sebagaimana melanggar pasal 385 KUHP,” kata Dedek Kuruniawan lagi.(*)

Reporter:

An Jambak

Editor:

Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here