2 Desember 2021

Catatan Pilkada Kota Medan 2020

The Speed of Greeting The People

Oleh Rafriandi Nasution

Hari ini dimulai pendaftaran Pilkada serentak di seluruh Indonesia termasuk 23 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara terkhusus yang viral adalah Pilkada Kota Medan.  Pilkada Kota Medan menjadi viral karena yang bertarungnya menantu Presiden Jokowi yaitu Bobby Nasution yang berpasangan dengan Aulia Rahman akan menantang  petahana Akhyar Nasution berpasangan dengan Salman Al Farisi.

Tak perlu saya jelaskan latar belakang cerita kedua pasangan tersebut maupun dukungan parpol yang mendukung mereka, apalagi kenapa bisa dari Demokrat atau kok ngak Gerindra, kok begini jadinya, biarlah itu cerita sejarah mereka nantinya akan dibukukan jika mereka terpilih jadi Walikota dan Wakil Walikota Medan. Panjang sekali nanti tulisan ini, dan saya tak mau pembaca merepet membacanya. Nanti kalian bilanglah pulalah saya  tim sukses, atau kalian bilang pula banyak kali keceknya dan sebagainya, makanya sengaja saya batasi agar tak melebar ke mana-mana.

Biasanya begitu sudah mendaftar, mulai sibuklah mereka melakukan rapat sana dan rapat sini, kunjungan ke sana dan kunjungan ke sini. Disebutlah sebagai konsolidasi tim sukses. Lalu bermunculanlah tim relawan yang dikenal ada tiga yaitu:

  1. Tim Relawan Narsis, yang mendukung pasangan dengan foto diri untuk ajang popularitas.
  2. Tim Relawan Rente, yang melakukan banyak aktivitas dan kegiatan untuk mendukung pasangan demi keuntungan misalnya kegiatan EO (event organizer).
  3. Tim Relawan Fans Club, yang tugasnya melakukan kegiatan atau aktivitas memuji-muji pasangan dan akan bereaksi jika ada kampanye yang menyudutkan pasangannya.

Sesudah itu pasangan mulai sibuk menyusun visi, misi dan program kerja pasangan yang akan ditawarkan ke masyarakat pemilih tentunya harus aktual sesuai realita dan kebutuhan publik, kreatif dan inovatif serta mampu memenuhi mimpi warga Kota Medan.

Terus mengkonsolidasi media cetak dan elektronik hingga bagaimana menguasai informasi cepat ke jejaring sosial media mulai dari group WhatsApp, Facebook,  Istagram, Twitter, Radio, hingga kalau perlu menyapa di marketplace dan Televisi.

Jika pasangan ini sudah tersosialisasi dengan baik tentu perlu dilakukan research ke publik pemilih untuk mengetahui seberapa jauh pemilih mengingat Calon Walikota dan pasangannya, dan apa yang menjadi daya tarik tertentu yang sangat disukai dan disenangi pemilih. Ingat seperti Anda datang ke warung tetap yang Anda pesan Indomie padahal banyak jenis mie, begitu juga air mineral selalu aja Anda pesan Aqua padahal ada Ades, Le Mineral, Cleo dan sebagainya. Jika nama Anda sudah ada di benak pemilih berarti loyalitas pemilih Anda sudah cukup besar.

Yang paling keras kerjanya adalah pendataan (statistik), data pemilih, penyiapan saksi, posko yang selalu melayani hingga SDM yang menginput data hingga personil hukum yang harus siap dengan segala perkara dan gugatan jika perlu.

Terakhir yang sangat berperan adalah amunisi atau bahasa akuntansinya biaya yang harus dipersiapkan jangan sampai macet dan stagnan, bisa berbahaya mesin kampanye, sudah mau menjelang di garis finish tak mampu membiayai media dan transportasi dan sebagainya.

Akhirnya untuk mengurangi cost yang cukup besar dalam ajang pilkada yang bisa-bisa menambah beban sakit kepala dan hutang baru. Maka perlu dilakukan “the speed of greeting the people” atau kecepatan menyapa rakyat, sapa rakyat dengan senyuman, teguran, balasan SMS atau WA di media sosial lainnya tak peduli siapa pun itu orang yang suka atau tidak kepada Anda, segera jangan pilih-pilih, jika rakyat menerima balasan calon Walikotanya atau Wakilnya maka mereka akan bercerita di keluarganya,  tetangganya, di warung, di kantor dan di mana saja. Anda akan hemat biaya, rakyat ikhlas memilih Anda karena emosionalnya terbangun. Rasionalitasnya bekerja dan energinya berpacu untuk Anda dan pasangannya menang.

Rakyat akan merasa rugi jika bukan Anda yang jadi Walikotanya, mereka yang berjuang untuk Anda, bukan Anda lagi. Maka hargai itu.

Untuk itulah kecepatan menyapa rakyat tak perlu birokrasi, tak perlu basa-basi, mereka butuh ketulusan dari Anda sang Walikota pilihan mereka di bilik suara tanggal 9 Desember 2020 nanti.

Semoga Anda dan Pasangan Anda yang jadi pemenang memimpin Kota Medan selama kurun waktu 2021-2025.Terimakasih. (RN20).

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram