1 Desember 2021

44 Negara Masuk Jurang Resesi, Indonesia Menyusul

JAKARTA—RENTAKNEWS.COM : Situs Trading Ecconomics berdasarkan pencantuman data kuartil paling akhir secara YoY merilis sudah 44 negara tercatat masuk jurang resesi dan Indonesia terancam akan menyusul. Ke-44 negara yang resmi masuk jurang resesi seperti dilansir Trading Economics itu adalah Afrika Selatan, Albania, Angola, Arab Saudi, Argentina, Austria, Bahrain, Barbados, Belanda, Belgia, Belize, Brasil, Ekuador, Filipina, Finlandia, Guyana Khatulistiwa, Hong kong, Inggris, Iran, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Latvia, Lebanon, Lebanon, Lituania, Makau, Meksiko, Mongolia, Palestina, Peru, Portugal, Republik Ceska, Singapura, Slowakia, Spanyol, Sudan, Swiss, Thailand, Tunisia, Ukraina, Venezuela, Yunani.

Resesi telah mendunia, telah banyak negara yang mengalaminya dan indikator yang paling umum adalah kontradiksi PDB rill dua kuartil berturut-turut yang diajukan oleh ekonomi Julius Shiskin pada 1974 silam.

Indonesia terancam memasuki jurang resesi. Pada kuartil I pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 2,1%, pada kuartil II pertumbuhan Indonesia turun mencapai  angka -5,32%, pada kuartil III Indonesia diprediksi akan mengalami penurunan diangka 0 sampai -2% yang dapat dilihat pada akhir September ini. Menurut Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati, S.E.,M.Sc., Ph.D akan memasuki jurang resesi jika pada kuartil III memasuki zona negatif

“Meski belanja pemerintah diakselerasi, konsumsi dan investasi belum memasuki zona positif, karena aktivitas masyarakat sama sekali belum normal. Kalau itu terjadi, secara teknis kuartil III ini kita memasuki zona negative, maka resesi terjadi. Namun tidak berarti kondisinya sangat buruk, karena dapat kita lihat kontraksi lebih kecil, dan akan terjadi pemulihan di bidang konsumsi, investasi melalui dukungan belanja pemerintah,” ujar Sri Mulyani usai rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Senin (07/09/2020).

Pada dasarnya resesi dapat diartikan sebagai kelesuhan atau kemunduran, dikutip dari Wikipedia, resesi diartikan sebagai kondisi dimana produk domistik brotu (GDP) mengalami penurunan atau pertumbuhan ekonomi rill bernilai negative selama dua kuartal secara berturut-turut atau lebih dari satu tahun. (*)

Sumber :

EGINDO.co.

Editor:

Pristi Hapsari Hasugian

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram