Jakarta—RENTAKNEWS.COM : Ternyata sistem pembelajaran daring atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat pandemi Covid-19 menimbulkan masalah tersendiri bagi siswa maupun mahasiswa. Ada beberapa kendala yang dihadapi siswa maupun mahasiswa sejak diberlakukannnya sistem itu sejak lima bulan yang lalu.

IKLAN

Salah satu kendala yang dihadapinya yaitu masalah kuota internet. Beberapa orang tua merasa terbebani akan masalah kuota internet yang membuatnya harus mengeluarkan uang  untuk memenuhi kuota internet anaknya yang melakukan PJJ.

Sebagai penerapan dari Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020-2021 pada masa pandemic Covid-19, maka pemerintah akan memberikan bantuan kuota internet.

Bantuan ini akan diberikan kepada siswa sebanyak 35GB/bulan, guru sebanyak 42GB/bulan, mahasiswa dan dosen masing-masing sebanyak 50GB/bulan. Bantuan kuota internet ini akan diberikan selama empat bulan dimulai September hingga Desember 2020.

Dirangkum dari akun Instagram Direktorat Jendaral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kemendikbud, berikut persyaratan yang harus dilakukan untuk mendapatkan kuota internet:

1. Melakukan pemuktahiran data kontak mahasiswa dan dosen sesuai dengan surat   yang dirilis oleh Ditjen Dikti pada 21 Agustus 2020 tentang Pemuktakhiran Data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PD Dikti).

2. Melengkapi dan melakukan validasi data pada semua dosen dan mahasiswa aktif, terutama pada nomor seluler yang masih digunakan saat ini.

3. Melakukan pengalihan bantuan serupa yang sudah dilakukan agar tidak terjadi duplikasi bantuan.

Adapun tenggat waktu pengisian data terakhir yakni pada 11 September 2020. (*)

Sumber:

KOMPAS.com,

Editor:

Pristi Hapsari Hasugian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here