7 Desember 2021

Anak ADHD Harus Mendapat Pendampingan Serius

JAKARTA—RENTAKNEWS.COM: Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) merupakan gangguan perkembangan otak yang dapat mengakibatkan seorang anak sulit untuk memusatkan perhatiannya, serta memiliki perilaku impulsif dan hiperaktif. Sayang, orang-orang di sekitar anak dengan ADHD tidak menyadari bahwa anak tersebut memiliki gangguan, lalu menilainya sebagai anak nakal ataupun malas karena tidak dapat berkonsentrasi dan tak mau diam.

Padahal sikap tersebut merupakan beberapa gejala dari gangguan ADHD. Adapun gejala-gejala lain dari ADHD yaitu sulit berkonsentrasi atau memusatkan perhatian, berperilaku impulsif dan hiperaktif, serta tidak bisa diam dan selalu ingin bergerak.

Untuk mendapatkan diagnosa lebih lanjut, kita perlu membawa anak ke Psikolog untuk dapat mengetahui dinamika kesehatan psikologis mereka. Adapun langkah yang perlu kita ambil untuk mendampingi anak dengan gangguan ADHD sebagai berikut:

Mengatur Pola Makan Anak dengan ADHD

Langkah awal yang perlu ditempuh adalah dengan memperhatikan pola makan anak. Kita perlu mengurangi konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat sederhana dan gula yang dapat meningkatkan hormon pemicu ADHD. Perlunya makanan yang mengandung protein, lemak, dan omega-3 juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Memberikan Pujian, Bukan Celaan

Bantu anak untuk lebih menumbuh kembangkan potensi mereka melalui kalimat-kalimat positif yang kita ucapkan. Puji usaha anak setiap ia selesai melakukan hal positif. Pujian merupakan hal sederhana untuk dilakukan namun dapat memiliki efek yang baik terhadap pembentukan perilaku anak..

Fasilitasi Minat dan Bakat Anak

Anak dengan ADHD memiliki banyak energi untuk melakukan berbagai hal. Kita perlu memandang hal tersebut sebagai celah untuk dapat meningkatkan potensi mereka. Yang perlu kita lakukan adalah mengetahui kecenderungan aktivitas yang sering dilakukan dan digemari.

Gunakan Sistem Token untuk Membantu Proses Belajar Anak dengan ADHD

Dunia anak-anak sangat dekat dengan permainan. Orang tua dapat menggunakan permainan sederhana untuk membentuk perilaku yang adaptif pada anak dengan ADHD. Contoh nyatanya adalah dengan memberlakukan sistem token. Berikan hadiah ketika anak mampu menyelesaikan sebuah kegiatan tertentu sesuai dengan peraturan yang telah  ia sepakati bersama orang tuanya. Adanya kebutuhan untuk memberikan pengarahan, perhatian dan kesabaran dalam mengawal proses pembelajaran anak dengan ADHD.

Alternatif Terakhir yang Dapat Ditempuh Adalah dengan Terapi Obat

Obat-obatan yang biasa digunakan adalah jenis antidepresi yang meliputi dexedrine, desoxyn, ritallin, adderal, maupun clonidine. Namun perlu diperhatikan bahwa terapi tersebut cenderung memiliki efek samping yang berkaitan dengan kesehatan anak. Kerentanan dan kadar toleransi dalam tubuh anak juga mempengaruhi efektivitas pemberian obat. Catatan yang harus dipahami orang tua adalah jangan mengantungkan obat-obatan semata untuk menangani anak dengan ADHD. Terapi perilaku seperti yang telah disebutkan sebelumnya mungkin akan lebih berkontribusi dalam perkembangan anak dengan ADHD

“Layaknya mutiara yang perlu diasah untuk dapat berkilau, anak kita juga butuh limpahan perhatian untuk mengoptimalkan potensi mereka” ujar salah satu orang tua anak dengan gangguan ADHD. Memiliki anak dengan ADHD memang menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi orangtua. Namun bukan berarti orangtua bisa menyerah dengan keadaan. Dengan penanganan yang tepat, anak dengan ADHD dapat tumbuh seperti anak lainnya yang mampu berprestasi. Sebagai orang tua, hanya perlu mengulik lebih dalam mengenai metode pengasuhan yang tepat untuk anak ADHD.(*)

Sumber:

Liputan6.com

Editor:

Pristi Hapsari Hasugian

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram