2 Desember 2021

Dibutuhkan 8.000 Pesawat Boeing 747 Bawa Vaksin Corona ke Seluruh Dunia

JAKARTA-RENTAKNEWS.COM: International Air Transport Association (IATA) membutuhkan sekitar 8.000 pesawat setara Boeing 747 untuk membawa vaksin virus corona ke seluruh dunia teramsuk negara-negara di Asia Tenggara. Namun IATA sudah bekerja sama dengan maskapai penerbangan, bandara, badan kesehatan global, dan perusahaan obat dalam rencana pengangkutan udara global itu.

“Pengiriman vaksin Covid-19 dengan aman akan menjadi misi abad ini bagi industri kargo udara global. Tetapi itu tidak akan terjadi tanpa perencanaan sebelumnya yang cermat. Dan sekaranglah waktunya,” kata Kepala Eksekutif IATA Alexandre de Juniac.

Ia juga mengatakan bahwa tantangan lain yang dihadapi dalam penyebaran vaksin adalah karena pengiriman vaksin lebih rumit atau kompleks dari pengiriman kargo pada umumnya. Itu dikarenakan tidak semua pesawat cocok untuk mengirimkan vaksin.

Hanya pesawat dengan kisaran suhu antara dua sampai delapan celcius yang dapat digunakan untuk mengangkut obat. Sejumlah vaksin mungkin memerlukan suhu beku yang berarti akan menyingkirkan lebih banyak pesawat yang berpotensi melakukan pengangkutan. “Kami tahu prosedurnya dengan baik. Yang perlu kami lakukan adalah meningkatkannya ke besaran yang diperlukan,” tambah Kepala Kargo Badan Industri IATA Glyn Hughes.

“Penerbangan ke beberapa bagian dunia, termasuk beberapa daerah di Asia Tenggara, akan menjadi penting karena kurangnya kemampuan produksi vaksin,” tambahnya.

IATA lebih lanjut menjelaskan bahwa pengiriman vaksin ke seluruh Afrika adalah tantangan paling rumit, bahkan “tidak mungkin” dilakukan, mengingat kurangnya kapasitas kargo, ukuran wilayah dan kompleksitas penyeberangan perbatasan. “Transportasi akan membutuhkan hampir ketepatan hingga skala militer dan akan membutuhkan fasilitas dingin di seluruh jaringan lokasi di mana vaksin akan disimpan,” jelasnya.

Untuk itu, IATA telah mendesak pemerintah untuk memulai perencanaan yang cermat saat ini juga untuk memastikan mereka sepenuhnya siap setelah vaksin disetujui dan tersedia untuk didistribusikan. “Vaksin akan menjadi komoditas yang sangat berharga. Pengaturan harus dilakukan untuk memastikan bahwa pengiriman tetap aman dari gangguan dan pencurian,” tambahnya.(*)

Sumber:

cnnindonesia.com

Editor :

Tessar Nasution

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram