JAKARTA—RENTAKNEWS: Di tengah pandemi Covid-19 selain mentaati protokol kesehatan menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan mental supaya tidak mudah stres dan depresi.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental adalah dengan memasak. Hobi memasak dapat memberikan kesenangan dan kenyamanan, sedangkan makanan yang dihasilkan dapat menjadi energi dan juga penyembuh.

Diterangkan Psikolog dan Akademisi Universitas Indonesia Dr. Rose Mini Agoes Salim M.Psi, semasa pandemi, memang banyak orang yang mengalami kecemasan yang luar biasa hingga menimbulkan stres yang turut berdampak pada keluarga.

“Menghilangkan stres atau kecemasan ini dapat dilakukan dengan menciptakan banyak kegiatan yang menyenangkan,” katanya melalui pesan tertulis yang diterima Okezone, Kamis (03/09/2020).

Senada dengan Dr. Rose Mini, Psikolog Klinis Dessy Ilsanti M.Psi menjelaskan, untuk mengurangi stres, Anda harus lebih fokus ke dalam Anda sendiri dan apa yang ada di sekeliling yaitu keluarga di rumah. “Anda bisa berfokus pada hal-hal yang bisa dilakukan di rumah, salah satunya memasak,” katanya.

Lebih lanjut, beberapa penelitian pun membuktikan bahwa memasak memiliki berbagai macam manfaat, termasuk menuntaskan kekhawatiran akan higienitas. Untuk Anda yang masih membatasi kegiatan di luar rumah, berikut beberapa manfaat memasak yang sudah dibuktikan oleh para ahli, yaitu:

1. Memasak memberikan kepuasan tersendiri (self-rewarding). Bagi yang sering bingung dan bosan berkegiatan di rumah saja dan mungkin juga sudah lama ingin menguasai skill baru, memasak bisa menjadi salah satu keahlian yang bisa dipelajari dan bisa berpengaruh terhadap perasaan dan pikiran. “Dengan bahan yang siap masak sebenarnya sangat memudahkan. Kita tidak harus punya skill ahli dalam memasak, namun tetap memudahkan kita mencapai self rewarding. Jadi kita set standarnya juga jangan ketinggian sehingga mencapainya pun bisa jadi lebih mudah karena kegiatan ini dilakukan sendiri rumah,” ungkap Dessy.

2. Memasak merupakan cara terapi. Menurut Dr. Rose Mini, memasak memberikan kenyamanan dan menambah eksistensi diri. Maka dari itu jika seseorang menikmati kegiatan memasak, daya tahan tubuh pun akan meningkat karena berarti ada hormon yang keluar yang membuat dia tidak dalam situasi tegang. “Ini yang dapat membantu seseorang bertahan menghadapi pandemi,” singkatnya.

3. Memasak membuat lebih kreatif. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 2016 mengungkapkan bahwa memasak dapat meningkatkan kreativitas dan kebahagiaan. Studi ini mengikuti gerakan dan bahasa tubuh 658 orang selama dua minggu ketika memasak dengan cermat dan mencatat bahwa ketika mereka melakukan hal-hal kecil, bermakna, dan menenangkan seperti memanggang setiap hari, membuat mereka merasa lebih bahagia. Kreativitas yang terlibat dalam memanggang, menurut para ilmuwan di balik penelitian tersebut, membuat orang merasa lebih ‘membumi’ dan mampu melakukan sesuatu.

4. Memasak bisa menghemat biaya. Jamie McNally, seorang asisten profesor psikologi dan pemilik Sycamore Counseling Services, mengatakan bahwa memasak di rumah cenderung menghemat uang yang lebih lanjut dapat berdampak positif pada keseluruhan situasi keuangan seseorang.

Lebih lanjut, kondisi finansial dapat memperburuk kondisi kesehatan mental dan tekanan pada hubungan.

“Karena pertengkaran tentang uang cenderung menjadi salah satu konflik paling umum dalam suatu hubungan, pasangan dapat menggunakan memasak di rumah untuk memperkuat hubungan mereka tidak hanya dengan menabung, tetapi juga dengan menggunakan kesempatan untuk menikmati makanan bersama,” saran McNally.

5. Memasak membantu meningkatkan kualitas hubungan di rumah. Dessy mengatakan, lebih sering melakukan kegiatan dari rumah di masa pandemi ini ternyata dapat lebih sering menimbulkan konflik. Namun memasak bersama bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. “Dengan menu siap masak yang ada di GoFood, pasangan dan anak yang tidak biasa memasak bisa langsung ikutan, dan lebih banyak anggota keluarga yang bisa dilibatkan. Karena memang bahan siap masak ini dibuat untuk memudahkan berbagai kalangan,” katanya.

Dr. Rose Mini turut mengungkapkan bahwa alasan orang gemar makanan siap masak juga bukan semata-mata karena waktu, namun juga karena kepraktisannya. Bahkan orang yang tidak bisa masak pun bisa berkreasi dengan menu instan (siap masak) dengan berbagai macam tambahan menu. “Hal ini akan menimbulkan rasa senang dan menghindari stress,” terang dia.

6. Memasak mengurangi kecemasan atas higienitas di masa pandemi. Di masa pandemi seperti saat ini, higienitas menjadi salah satu faktor penting yang harus terus diperhatikan, termasuk halnya makanan. Bagi yang masih ragu membeli makanan dari luar karena alasan higienitas, mengapa tidak mencoba memasaknya sendiri? Tentunya masakan yang diciptakan dari dapur sendiri bisa lebih terkontrol kebersihannya.(*)

Sumber:

Okezone.com

Editor:

Pristi Hapsari Hasugian

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here