MEDAN-RENTAKNEWS.COM: Lima mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (FP UISU) mengukir prestasi lolos dalam program Kegiatan Bisnis Manajemen Mahasiswa Indonesia (KBMI). Mereka adalah Sendi Rozzi Amanda (22), Mohd. Ezuan bin Zainuddin (22), Desti Kurniawan Gulo (22), Filzah Sri Utami (21) dan Khairunnisa Siregar (20).  Mereka berhasil menciptakan mie dari kulit durian.

KBMI yang merupakan Program Kewirausahaan Merdeka Belajar 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Program tersebut bertujuan untuk menumbuhkan jiwa dan kemampuan kewirausahaan mahasiswa di Indonesia agar mampu bersaing secara global dengan mengoptimalkan potensi nasional. Untuk setiap kelompok bisnis yang lolos seleksi akan mendapatkan bantuan pengembangan bisnis senilai Rp. 10.000.000,- sampai dengan Rp. 20.000.000,- serta Pendampingan Bisnis Mahasiswa.

Mie Kurin kreasi Lima Mahasiswa FP UISU, (Foto: APP)

Kelima mahasiswa FP UISU tersebut lolos program KBMI dengan proposal berjudul “Mie Kurin (Mie Kulit Durian) Pemanfaatan Kulit Durian Dalam Pembuatan Mie Kaya Nutrisi”. “Kami pencinta durian dan kami melihat di Sumut ini banyak kulit durian yang te3rbuang percuma. Kami berpikir, kenapa tidak dimanfaatkan?” kata Sendi Rozzin Ananda  kepada Rentaknews.com, Sabtu (12/09/2020) di sebuah cafe di Medan.

Menurut Sendi, mareka lalu berdiskusi bagaimana memanfaatkan kulit durian menjadi produk yang bernilai ekonomis dan dapat bersaing di pasar nasional maupun internasional. “Lalu kami memutuskan mencoba membuat mie olahan yang kaya nutrisi dari kulit durian itu,” kata Sendi didampingi keempat orang temannya.

Sendi menceritakan proses pengolahan kulit durian menjadi mie. Mereka mengambil kulit durian dari para pedagang durian yang banyak di Kota Medan. Kulit durian tersebut mereka kupas kemudian mereka keringan dalam oven selama empat jam di Laboratorium FP UISU. Setelah itu potongan kulit durian yang sudah mengering itu diblender hingga menjadi bubuk. Bubuk ini kemudian disaring dan diambil bubuk yang paling halus. Setelah diperoleh bubuk yang sangat halus lalu dicampur dengan beberapa bahan pembuat mie lainnya diantaranya pewarna makanan yang alami.

“Mie yang kami buat ini sangat bermanfaat untuk kesehatan karena ternyata kulit durian itu banyak mengandung zat-zat yang dapat melancarkan haid, melancarkan pencernaan, menambah imunitas tubuh dan menyegarkan tubuh. Dari segi rasa lebih lemak dari mie biasa dan tidak kering. Mie Kurin ini dapat bertahan selama tiga sampai empat hari,” kata Sendi lagi.

Lebih lanjut Sendi menyampaikan harapannya ingin membuka pabrik mie setelah tamat kuliah. “Kami ingin membuka lapangan kerja bagi generasi  muda nantinya. Untuk itu kami telah bekerjasama dengan produsen pembuat mie agar Mie Kurin dapat menjadi mie kemasan kering,” katanya lagi.

Menanggapi prestasi yang diraih mahasiswanya ini, Dekan FP UISU melalui Wakil Dekan Ir. Mahyu Danil, MP, MM mengatakan pihaknya sangat bangga dengan prestasi yang diraih Sendi cs dan akan terus mendukung setiap kegiatan mahasiswa untuk menemukan produk-produk alternatif lainnya. “Kami sangat bangga dan Mie Kurin ini akan menjadi icon FP UISU. Pimpinan FP UISU sudah memutuskan untuk membeli alat pengupas kulit durian dan oven yang lebih besar sehingga mie ini dapat diproduksi dalam skala besar. Semoga tahun ini juga bisa direalisasikan dan Mie Kurin ini akan kita dipasarkan di Unit Bisnis dan Cafe Shop FP UISU.  Berkaitan dengan komitmen FP UISU untuk memberdayakan alumninya, setelah melaunching Unit Bisnis dan Ketenagakerjaan, FP UISU akan segera membentuk Unit Kewirausahaan Mahasiswa sekaligus Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat,” kata Mahyu Danil lagi.

Bagi masyarakat yang ingin memesan produk Mie Kurin dalam kemasan cup plastik 200 gram dengan harga Rp. 7.500 per cup. Pesanan dapat dilakukan melalui instagram @miekurin.(*)

Reporter :

Dewani N Dalimunthe

Editor:

Harun AR

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here