JAKARTA—RENTAKNEWS.COM: Berolahraga bisa jadi alternatif untuk mengatasi kebosanan anak selama di rumah saja. Sehubungan sekolah masih memberlakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) maka olahraga zumba bisa dijadikan satu cara agar anak tetap aktif bergerak.

 Olahraga zumba tidak hanya dilakukan orang dewasa saja, tetapi olahraga aerobik ini juga ternyata baik untuk masa pertumbuhan anak-anak.

Gerakan zumba yang cenderung cepat dan mengandalkan tangan, kaki juga badan dipercaya bisa  menstimulus kemampuan motorik anak.

“Sangat tepat untuk meningkatkan kecerdasan anak, daya ingat, kinestetik, motorik, itu bergerak semua. Juga koordinasi mata tangan,” kata Psikolog Rr. Finandita Utari dalam webinar bersama media beberapa waktu yang lalu. 

Ia menyampaikan, berdasarkan penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, apabila anak diajak berolahraga sebanyak tiga sampai lima hari dalam seminggu selama 30 menit, maka hal tersebut dapat meningkatkan kecerdasan anak. “Karena dengan olahraga akan meningkatkan hormon kebahagian. Kalau pengen anak happy ajaklah mereka berolahraga,” ujarnya. 

Dalam program zumba di mana anak-anak harus mengikuti arahan instrukturnya, menurut Finandita juga bisa jadi sarana anak belajar kepatuhan dan kerjasama. Apalagi olahraga ini dilakukan sambil bermain seperti dalam program khusus Zumba Kids, program khusus anak-anak yang pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan zumba orang dewasa. 

Hanya saja Zumba Kids ditambahkan dengan kegiatan bermain agar anak-anak juga tidak bosan selama berolahraga. 

“Zumba Kids sebenarnya sama dengan zumba lainnya cuma kita persiapkan khusus anak. Tetap kita pakai koreografi zumba dan lagu latin yang sama. Teknik olahraga juga ada tapi kita tambahin ada permainan, kegiatan dan eksplorasi budaya. Jadi membuat lebih fun,” kata Zumba Instructor Network Sistya Windasari dalam kesempatan yang sama.

Hanya saja yang membedakan, intensitas juga tempo gerakan zumba untuk anak-anak lebih ringan. Zumba Kids dikhususkan untuk anak berusia 7-11 tahun. Saat itu anak telah dianggap mampu mengikuti gerakan zumba. 

“Tapi kalau di bawah itu juga ngak apa-apa. Karena Zumba Kids ini juga untuk mengenalkan hidup sehat kepada anak,” ujarnya. 

Disamping itu Finandita menambahkan, karakter anak di bawah lima tahun lebih cepat bosan. Karenanya, disarankan menggunakan variasi gerakan berulang. Misalnya, tiga gerakan dahulu dan jangan ditambah sampai anak tampak menguasai. “Tapi, aturan ini pun tak baku. Bila anak adaptif, cukup patuh dan bisa mengikuti gerakan bisa ditambah,” tuturnya. (*)

Sumber:

Suara.com

Editor:

Pristi Hapsari Hasugian

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here