JAKARTA—RENTAKNEWS.COM: Body shaming masih kerap terjadi di Indonesia. Korban body shaming sering kali wanita gemuk maupun wanita yang dianggap terlalu kurus. Tidak hanya wanita, pria juga tidak luput dari pelaku body shaming. Body shaming merupakan tindakan mengolok-olok bentuk tubuh orang lain, baik dengan tujuan bercanda atau benar-benar menghina.

IKLAN

Body shaming sering dipandang sebagai sesuatu yang biasa. Padahal, dampak perilaku ini bisa sangat berbahaya bagi psikologis atau mental korban. Berikut dampak psikologis bagi korban body shaming:

1. Menurunkan Rasa Percaya Diri Korban

Guyonan yang mengarah ke fisik dapat dikategorikan sebagai body shamming. Meski hanya bercandaan, namun hal ini bisa menjadi penyebab seseorang menjadi insecure dan tidak percaya diri.

2. Membuat Korban Menutup Diri

Seseorang yang insecure akan menarik diri dari lingkungan sekitar dan kehilangan kepercayaan diri.

3. Melakukan Hal Ekstrem Untuk Memperbaiki Kondisi Fisiknya

Korban body shaming memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk melakukan hal-hal ekstrem demi memperbaiki fisik yang menurutnya kurang ideal. Misalnya, karena sering diejek gendut, korban melakukan diet ekstrem yang bisa saja mengancam kesehatannya supaya tampak ideal dimata orang lain.

4. Meningkatkan Risiko Terkena Eating Disorder

Dampak dari body shaming terhadap kesehatan mental tersebut dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan makan atau eating disorder. Salah satunya adalah anoreksia. Gangguan ini termasuk hal ekstrem yang terjadi untuk menurunkan berat badan karena perlakukan buruk terhadap penampilannya. Ada juga Bulimia Nervosa yakni sebuah gangguan di mana penderita mengalami obsesi berlebih untuk menjaga berat badannya dengan cara ekstrim, misalnya memuntahkan kembali makanan yang telah ia makan. Eating disorder juga akan menyebabkan seseorang mengalami malnutrisi.

5. Depresi

Korban body shaming mudah mengalami depresi. Meski tidak ada hubungan langsung antara body shaming dengan bunuh diri, depresi yang ditimbulkan olehnya tentu berkaitan. Depresi merupakan salah satu penyebab utama seseorang bunuh diri.

Menjadi korban body shamming menyebabkan seseorang mengalami gangguan mental, sehingga mereka bisa saja melakukan self-harm. Self-harm sendiri adalah kegiatan menyakiti diri yang dilakukan dengan sengaja. Hal ini biasanya merupakan ungkapan kekecewaan mereka yang tak bisa dilontarkan kepada siapapun.(*)

Sumber:

wowkeren.com

Editor:

Pristi Hapsari Hasugian

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here