1 Desember 2021

Penyakit Hepatitis A Juga Dapat Menyerang Anak-anak

SURABAYA–RENTAKNEWS.COM: Penyakit hepatitis A tidak hanya diderita oleh kalangan orang dewasa, namun juga bisa menyerang anak-anak. Vaccine Medical Director Glaxo Smith Kline Indonesia, dr. Deliana Permatasari menjelaskan, siapa saja bisa terinfeksi virus Hepatitis A, baik orang dewasa maupun anak-anak.

“Hepatitis A dapat menginfeksi anak-anak, terutama yang tinggal di area dengan sanitasi rendah,” kata Deliana, Selasa (15/09/2020). Hepatitis A rentan dialami oleh anak-anak yang berusia enam tahun ke atas.

Hepatitis A merupakan penyakit yang ditandai dengan peradangan pada organ hati. Hati memiliki fungsi yang penting, yaitu untuk memproses nutrisi makanan yang dikonsumsi dan menetralisir racun-racun yang mengalir dalam darah. Jika terkena virus hepatitis A, hal yang selanjutnya terjadi adalah peradangan di hati. Inilah yang membuat proses penyaringan dan penetralisir racun menjadi terganggu.

Penyakit ini erat kaitannya dengan sanitasi. Virus Hepatitis A umumnya menyebar secara fecal-oral. Artinya, anak dapat tertular ketika memegang benda, mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi kotoran orang yang terinfeksi virus ini.

Beberapa skenario penularan Hepatitis A pada anak-anak yang biasanya terjadi adalah jika orang tua terinfeksi atau melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi, lalu menyiapkan/memasak makanan tanpa mencuci tangan lebih dulu. Bisa pula lantaran orang tua tidak mencuci bahan makanan/minuman dengan baik

“Infeksi Hepatitis A biasanya memang tidak menyebabkan penyakit hati jangka panjang (kronis) dan jarang berakibat fatal. Namun, penyakit ini berpotensi menyebabkan gagal hati, terutama pada lansia dan orang yang sudah menderita penyakit hati kronis sebelumnya,” ujarnya.

Dia meminta orang tua tidak menganggap remeh pengaruh virus ini terhadap fungsi organ hati. Untuk diketahui, ada beberapa fungsi hati untuk tubuh. Di antaranya menghasilkan empedu untuk pencernaan lemak, menguraikan karbohidrat, lemak dan protein serta menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan sebagainya.

Adapun gejala yang bisa menunjukkan seseorang telah tertular virus Hepatitis A, yakni demam, kelelahan, kehilangan selera makan, mual, muntah, sakit perut, urin berwarna gelap, diare, kotoran berwarna tanah liat dan nyeri sendi.

Menurutnya, penularan Hepatitis A bisa dicegah dengan cara memperbaiki sanitasi, seperti penyediaan air bersih dan pembuangan limbah (tinja).

Kemudian membiasakan mencuci tangan setelah menggunakan kamar mandi, setelah mengganti popok, dan sebelum menyiapkan makanan. Upaya ini diperlukan untuk mencegah penyebaran virus Hepatitis A.

“Penting juga vaksinasi, terutama saat akan bepergian ke daerah dengan risiko penularan yang tinggi jika berasal dari daerah/negara dengan tingkat endemisitas rendah dan sedang,” imbuhnya. (*)

Sumber:

SuaraMerdeka.com

Editor:

Pristi Hapsari Hasugian

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram