MEDAN–RENTAKNEWS.COM: Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, Pangdam I/Bukit Barisan (BB) Mayjen TNI Irwansyah dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta anggota DPRD Sumut turun langsung memantau operasi yustisi pendisiplinan penggunaan masker.

Kali ini razia masker dilakukan oleh personil gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP di Lapangan Merdeka, Medan. Razia dilakukan rutin sejak Senin (14/09/2020) sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Sebenarnya razia sudah dilakukan sejak awal Covid-19, hanya saja mulai Senin kemarin akan rutin dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19,” ujar anggota Satpol PP Persadaan Ginting.

Pantauan Rentaknews.com di lokasi pada Selasa (15/09/2020), warga yang tidak menggunakan masker akan diberi sanksi penahanan KTP atau SIM selama tiga hari dan sanksi fisik seperti push-up sebanyak 10 kali bukan hanya itu pelanggar juga akan disuruh bernyanyi lagu kebangsaan Indonesia. “Semua masyarakat diwajibkan menggunakan masker, baik yang pejalan kaki, menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum, penumpang angkot yang tidak menggunakan masker juga akan diturunkan dan didata kemudian akan ditahan KTPnya, ” ujar Persadaan. Upaya pembagian masker gratis juga dilakukan selama razia masker tersebut.

Di Lapangan Merdeka ini, ada empat titik razia masker. Lokasi pertama di depan Pos Unit Satlantas Polrestabes Medan, lokasi kedua di depan Kantor Pos Medan, lokasi ketiga di depan Stasiun Kereta Api Medan, dan lokasi keempat di pintu masuk Lapangan Merdeka, Jalan Pulau Pinang, Medan.

Operasi Yustisi dilakukan sebagai upaya menangkal penyebaran virus Covid-19. Hal ini dilakukan untuk memperketat pelaksanaan protokol kesehatan di masyarakat. (*)

Reporter:

Pristi Hasugian

Editor:

Dewani N Dalimunthe

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here