MEDAN—RENTAKNEWS.COM: Walapun wabah Covid-19 semakin mengganas, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemprov Sumut tetap menggelar Festival Museum 2020. Festival ini bahkan dibuka langsung Gubernur Sumatra Utara Letjen (Purn) H. Edy Rahmayadi, Kamis (17/09/2020) di Museum Negeri Medan Jalan HM Joni Medan.

IKLAN

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Sumut, Dr. Ria Telaumbanua pihaknya sudah menggelar dua kali fesytival di tengah wabah Covid-19 ini. “Wabah Covid-19 memang banyak membatasi even-even yang sudah kita rancang, tetapi kita tetap menyelenggarakan festival ini dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Kita tentu berharap banyak yang datang ke festival ini, tetapi bila nantinya ada penumpukan massa mau tidak mau kita harus melerainya, bila sudah terlalu ramai kita juga batasi yang masuk,” kata Ria.

Selain keikutsertaan lima museum di Sumut, Festival Museum Sumut 2020 juga menyajikan pameran dari berbagai kelompok dan komunitas seperti Ikatan Perupa Tanah Melayu, Komunitas Peduli Museum dan Sejarah dan Corak Karo. Selain itu juga ada perlombaan mengenai Aksara Batak yang saat ini mulai dilupakan sebagain besar orang di Sumut. “Kami berharap ini mampu meningkatkan informasi dan pengenalan museum kepada masyarakat, terutama terkait kearifan lokal,” tutup Ria.

Gubsu Edy Rahmayadi membuka secara resmi Festival Museum Sumut 2020.

Dalam sambutannya, Gubsu Edy Rahmayadi yang membuka secara resmi Festival Museum Sumut Tahun 2020 didampingi Ketua TP PKK Sumut Hj. Nawal Edy Rahmayadi berharap festival ini bisa menghidupkan gairah masyarakat agar mau mengunjungi museum. “Melalui festival ini saya harap masyarakat lebih bergairah lagi untuk datang ke museum, lebih mengenal museum dan mau belajar dari sejarah kita di sini,” kata Edy Rahmayadi. Festival Museum Sumut tahun 2020 diselenggarakan berbeda dengan festival sebelumnya. Di buka selama 3 hari (17 September – 19 September 2020) festival ini diikuti hanya lima museum yang ada di Sumut.

Berkaitan dengan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai merenovasi Museum Negeri Sumut untuk meningkatkan fasilitas dan kapasitas museum agar mampu memperlihatkan kepada masyarakat seluruh koleksi yang ada di tempat ini. Museum Negeri Sumut memiliki lebih kurang 7.000 koleksi terkait sejarah Sumut, namun sebagian besar koleksi tersebut disimpan di dalam gudang karena kurangnya tempat untuk memamerkan koleksi. Padahal menurut Edy, sejarah merupakan bagian penting dalam kemajuan sebuah bangsa. “Bangsa yang ingin maju itu harus menghargai sejarahnya, kita harus belajar dari sejarah. Bila ada yang salah dari generasi sebelum kita jangan diulang lagi saat ini. Kita juga bisa belajar pengetahuan atau ilmu dari generasi sebelum kita untuk diadopsi dan diimplementasikan di masa sekarang. Jadi, museum ini memiliki posisi penting bagi kemajuan sebuah bangsa sehingga perlu dikembangkan,” kata Edy lagi.

Menurut Edy, dari 33 kabupaten/kota ada lima daerah yang tidak memiliki dan tidak peduli dengan museum yang dimilikinya. Dia berharap lima kabupaten/kota tersebut lebih menghargai sejarah demi kemajuan wilayahnya. “Jangan menganggap ini tidak penting, hargailah sejarah, banyak ilmu dan pengetahuan di sana yang bisa menjadi bekal kita sekarang, sesuai dengan tema Festival Museum kali ini Masa Lalu, Masa Kini dan Masa yang akan Datang,” lanjut Edy.

Edy berharap pembangunan Museum Negeri Sumut bisa cepat selesai sehingga masyarakat merasa nyaman, lebih tertarik untuk datang dan representatif sebagai wajah Sumut. “Ketika orang luar negeri bertanya di mana saya bisa melihat gambaran awal Sumut, saya bingung mau membawanya ke mana. Bila museum ini lengkap, fasilitasnya bagus tentu saya akan ajak dia kemari karena ketika saya berkunjung ke luar negeri saya juga diajak ke museum mereka untuk memberikan gambaran awal masyarakat setempat,” pungkas Edy.

Ny. Edy Rahmayadi menggunting pita memulai renovasi tahap 1 Museum Negeri Sumut.

Renovasi Museum Negeri Sumut menurut Ria akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai berbarengan dengan pembukaan Festival Museum 2020 Sumut dan tahap kedua akan dimulai di awal tahun 2021. “Karena kita saat ini di situasi wabah Covid-19, maka renovasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama tentu kita akan renovasi bagian-bagian yang mampu meningkatkan kapasitas museum dan juga tentu tampilan serta fasilitasnya agar lebih banyak menarik perhatian masyarakat. Tahap kedua nanti kita akan sempurnakan agar museum ini menjadi museum berkelas internasional,” terang Ria. (*)

Sumber:

tribunnews.com

Editor:

Dewani N Dalimunthe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here