9 Desember 2021

Forum Masyarakat Adat Deli Peringati Hari Tanjak Sedunia

MEDAN—RENTAKNEWS.COM: Forum Masyarakat Adat Deli (Formad) memperingati Hari Tanjak Sedunia dengan menggelar acara bertemakan “Tanah Deli Bertengkulok” di Istana Maimun, Jalan Brigjend Katamso No.66 Kecamatan Medan Maimun, Minggu (20/09/2020).

Tampak hadir dalam acara tersebut, Pembina Formad Drs. Ansari Adnan, M.Si, Pengurus Formad T. Moharsyah Nazmi, Okri Ananda dan Abdul Aziz, ST, praktisi hukum OK Dedek Kurniawan, SH, politisi Tengku Muhar Azmi, serta dari kalangan pengusaha Sofian SE.

Ketua Formad, Tengku Muhammad Fauzi didampingi Sekretarisnya, OK Muhammad Moechlis mengatakan selain memperingati Hari Tanjak Sedunia, acara ini juga didasari oleh masyarakat Melayu yang peduli dengan adat dan budaya Melayu. “Acara ini didasari oleh masyarakat Melayu yang peduli dengan adat dan budaya Melayu. Juga di pertengahan September ini tanah-tanah Melayu memperingati Hari Tanjak Sedunia,” kata Fauzi.

Menurut Fauzi, Formad ingin menghidupkan lagi kebudayaan Melayu lewat semangat bertengkulok. Seluruh masyarakat Melayu dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul, mulai dari praktisi hukum, tokoh pendidikan, pengusaha, seni, dan lainnya. Semua berkumpul berdasarkan semangat mengembalikan kejayaan budaya Melayu yang disimbolkan dengan pemakaian tengkulok ini.

Ketua Panitia OK Ardiansyah menjelaskan makna setiap motif yang ada pada tengkulok. Dia mengatakan motif tengkulok melambangkan status si penggunanya dan beberapa diantaranya tidak boleh sembarangan dipakai oleh masyarakat. “Ada makna tersendiri dari setiap motif tengkulok. Ada yang disandingkan untuk melambangkan status sosialnya, seperti status kebangsawanan, ada juga sebagai pejabat Kesultanan. Dimana itu tidak bebas untuk dipakai masyarakat. Untuk acara kali ini kita menggunakan tengkulok bebas atau fashion,” katanya.

Ardiansyah juga menyampaikan harapannya serta menjamin acara ini terselenggara dengan tetap menjaga protokol kesehatan. ”Kami menyadari kondisi hari ini di tengah pandemi Covid-19, kegiatan ini tetap mematuhi protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan handsanitizer. “Kami berharap, marilah kita sama-sama menjaga dan menghidupkan kembali budaya-budaya Melayu, khususnya di Medan yang jelas adalah tanah Deli, tanahnya Melayu. Marilah sama-sama kita gemar memakai pakaian budaya Melayu serta menjalankan adat Melayu.” katanya.

Acara ini ditutup dengan pagelaran seni budaya Melayu yang ditampilkan oleh Lebah Begantong yang berakhir pada pukul 18.00 WIB.

Usai acara Pembina Formad Drs. Ansari Adnan, M.Si., kepada rentaknes.com mengatakan sangat mengapresiasi acara ini. “Selaku pembina, kami senang dengan terlaksananya acara ini, juga memberikan penghargaan ke panitia dan Formad. Kalau boleh acara seperti ini dilaksanakan sesering mungkin, tidak hanya sekali setahun dan tempatnya tidak hanya di Istana Maimun, seperti di tempat-tempat yang banyak berdiam masyarakat Melayu,” ujar Ansari yang juga Pengurus Wilayah Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (PW ISMI) ini.

Ansari berharap tengkulok dapat dilestarikan tidak hanya oleh Formad dan masyarakat dapat lebih mengenal serta membudayakan pemakaian tengkulok. “Saya berharap agar pemakaian tengkulok ini tidak hanya dilaksanakan oleh Formad, tetapi organisasi-organisasi Melayu lain dan masyarakat, serta tidak hanya dipakai di peringatan-peringatan besar saja,” kata Ansari yang juga staf pengajar di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) ini.(*)

Reporter:

Arif P Putera

Editor:
Dewani N Dalimunthe

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram