MEDAN–RENTAKNEWS.COM: Setelah sebelumnya melakukan lockdown petugas kesehatan kembali melanjutkan pemeriksaan melalui rapid test terhadap pedagang di Pasar Melati, Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (24/09/2020). Hari ini direncanakan sebanyak 80 pedagang akan di rapid test untuk mengetahui penularan Covid-19 di pasar pakaian bekas terbesar di Medan tersebut.

IKLAN

Kepala Puskesmas Tuntungan, Helena Rugun N Nainggolan mengatakan, rapid test ini untuk mengantisipasi penyebaran virus corona setelah seorang pedagang di sana, meninggal dunia akibat terpapar virus mematikan itu.

“Kita sudah melakukan rapid test terhadap 120 orang pedagang, Rabu (23/9/2020) kemarin. Rencananya, hari ini ada sebanyak 80 orang pedagang di Pasar Melati yang menjalani rapid test,” ujar Helena Nainggolan.

Helena mengatakan, dari 120 orang yang melakukan pemeriksaan kesehatan tersebut, sebanyak 5 orang di antaranya dinyatakan reaktif. Selanjutnya, kelima orang itu diminta melakukan swab test Covid-19.

“Mereka yang dinyatakan reaktif dalam rapid test itu masih dalam kondisi yang terlihat sehat. Kita akan mengambil langkah penanganan ke depan atas hasil yang keluar nantinya. Semoga hasilnya negatif,” katanya.

Camat Medan Tuntungan, Topan Ginting mengatakan, Pasar Melati dikhawatirkan menimbulkan klaster baru penyebaran karena salah seorang dari pedagang di lokasi tersebut, meninggal dunia akibat terpapar virus corona.

“Rekan pedagang meninggal, Senin (21/09/2020), Kita langsung bergerak cepat dan sudah melakukan pemberitahuan kepada pedagang, supaya tidak berjualan dulu selama 14 hari,” ujar Topan Ginting.

Topan mengatakan, petugas dari dinas kesehatan sedang melakukan upaya Testing, Tracing dan Treatment  (3T) secara masif terhadap orang – orang melakukan kontak erat dengan pedagang yang meninggal dunia itu.(*)

Sumber:

BeritaSatu.com

Editor:

Pristi Hasugian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here