JAKARTA–RENTAKNEWS.COM: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencabut klaster pendidikan dari draf omnibus law Rancangan Undang-Undang atau RUU Cipta Kerja. Pencabutan tersebut diusulkan kepada panitia kerja, dan telah diputuskan dalam rapat kerja pembahasan RUU Cipta Kerja, Kamis (24/09/2020).

IKLAN

“Pemerintah dan Badan Legislasi DPR RI telah sepakat mengeluarkan klaster pendidikan dari draf RUU Cipta Kerja, ” jelas Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Ainun Na’im lewat keterangan tertulis, Jumat (25/09/2020).

Kemendikbud, kata Ainun, mendengarkan aspirasi dan masukan dari pemangku kepentingan pendidikan, organisasi pendidikan, dan masyarakat terkait usulan mengubah, menghapus, atau menetapkan pengaturan baru beberapa ketentuan yang ada dalam UU No. 20 Tahun 2002 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan UU No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi. Kemudian, UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen serta UU No. 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran, maka Kemendikbud memutuskan klaster Pendidikan dicabut dari draf RUU Cipta Kerja tersebut.

Ainun mengatakan, berbagai kalangan berpendapat jika klaster pendidikan tetap masuk dalam draf RUU Cipta Kerja, tidak banyak memberikan manfaat bagi dunia pendidikan. “Berbagai masukan masyarakat sangat baik untuk bersama-sama memajukan pendidikan Indonesia, ” ujarnya. (*)

Sumber:

Tempo.co

Editor:

Pristi Hasugian

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here