MEDAN–RENTAKNEWS.COM: Anggota DPD RI H. Muhammad Nuh, MSP bertekad akan memperjuangkan nasib penyandang disabilitas agar mendapatkan perhatian khusus dari negara. Hal itu diungkapkan H. Muhammad Nuh, Minggu, (04/10/2020) ketika berdialog dengan beberapa elemen masyarakat dalam rangka  memperingati Milad ke-16 Dewan  Perwakilan  Daerah Republik  Indonesia (DPD RI) di Sekretariat  Perwakilan  DPR RI Sumatera Utara Jalan Gajahmada No. 32 Medan.

IKLAN

DPD RI dibentuk sebagai perwujudan dari amandemen UUD ’45 sehingga pada pemilu 2004 dilakukan pertama kali pemilihan anggota DPD RI yang dilantik tanggal 1 Oktober 2004. Setiap provinsi memiliki empat orang anggota DPD RI yang terbagi dalam empat komite. Muhammad Nuh adalah salah seorang dari empat anggota DPD RI periode 2019-2024 yang berasal dari daerah pemilihan Provinsi Sumatera Utara.

Salah seorang peserta dialog Sujarno, SSi, alumni FISIP USU yang bertugas sebagai Pendamping Penyandang Disabilitas di Kabupaten Labuhanbatu mengatakan perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas masih minim. “Banyak penyandang disabilitas yang tak tersentuh negara. Kondisi ini sangat memprihatikan,” kata Sujarno.

Atas keluhan itu,  Muhammad Nuh menananggapinya dengan  serius dan bertekad akan memperjuangkan nasib para penyandang disabilitas dan kalangan marjinal agar mendapatkan perhatian yang lebih serius dari pemerintah.

“Nabi  Muhammad Rasulullah  SAW telah bersabda, ingatlah ketika kalian ditolong  dan  diberikan  rezeki  oleh Allah SWT karena  do”a orang yang  lemah diantara  kamu,” kata M Nuh lagi.

Penyandang disabilitas atau difabel adalah istilah yang meliputi gangguan, keterbatasan aktivitas, dan pembatasan partisipasi. Disabilitas adalah sebuah fenomena kompleks, yang mencerminkan interaksi antara ciri dari tubuh seseorang dan ciri dari masyarakat tempat dia tinggal.

Sedangkan penyandang cacat adalah setiap orang yang mempunyai kelainan fisik dan/atau mental, yang dapat mengganggu atau merupakan rintangan dan hambatan baginya untuk beraktifitas secara layak. Mereka adalah para penyandang cacat fisik, penyandang cacat mental, dan penyandang cacat fisik dan mental.

Sebenarnya para disabilitas ini sudah dilindungi oleh Undang-undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat. Namun UU tersebut sudah tak sesuai lagi dengan kebutuhan penyandang disabilitas saat ini. (*)

Reporter:

Abdul Aziz

Editor:

Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here