9 Desember 2021

SINOPSIS PERISTIWA PEMBACAAN KEMBALI TEKS PROKLAMASI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA

(Tanggal 6 Oktober 1945 di Lapangan Merdeka Medan Oleh Gubernur Sumatera Mr Muhammad Hasan)

Sebagaimana tercatat dalam sejarah bangsa kita, Dwi Tunggal Bung Karno dan Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945 telah memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia di sebuah rumah di Jalan Pengangsaan Timur No.56 Jakarta. Namun karena kesulitan komunikasi pada waktu itu, rakyat di daerah tidak menerima seketika berita gembira itu sehingga menimbulkan anggapan bahwa proklamasi kemerdekaan itu hanyalah kepentingan para elit politik waktu itu. Pihak penjajah pun menyebarkan isu ke masyarakat dunia seolah-olah mereka menghadiahkan kemerdekanan kepada Republik Indonesia karena belas kasihan mereka (penjajah).
Padahal para pejuang kita sejak Tuanku Imambonjol, Pangeran Diponegoro, Tjut Nyak Dien telah berjuang bertahun-tahun mengangkat senjata melawan penjajah.
Akibatnya rakyat merasa kurang puas, kenapa peristiwa bersejarah itu tidak dihadiri rakyat banyak. Atas desakan para pemuda dan tokoh-tokoh pejuang Angkatan 1945, maka pada tanggal 19 Oktober 1945 di Lapangan Ikada Jakarta, Presiden Soekarno membacakan kembali Teks Proklamasi itu dilanjutkan dengan pidato yang menggelorakan semangat kebangsaan. Peristiwa ini dihadiri ribuan rakyat Indonesia yang menyambut dengan rasa syukur dan gembira kemerdekaan yang telah diperjuangkan berabad-abad lamanya. Lapangan Ikeda itu sekarang menjadi Kawasan Monumen Nasional (Monas).
Begitu juga dengan rakyat dan tokoh-tokoh pergerakan di Sumatera terutama di Medan, Sumatera Utara. Bersamaan dengan itu tepatnya tanggal 3 Oktober 1945 Presiden Sukarno lalu membentuk PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan menunjuk beberapa gubernur diantaranya Mr. Muhammad Hasan sebagai Gubernur Sumatera. Mr. Muhammad Hasan lalu membentuk delapan keresidenan di Sumatera Utara termasuk Keresidenan Sumatera Timur yang berkedudukan di Medan.
Menanggapi hal itu para Pemuda dan Tokoh-tokoh Pergerakan berkumpul di sebuah tempat di Medan dan mendesak Gubernur Mr. Muhammad Hasan juga membacakan kembali Teks Proklamasi itu sehingga rakyat benar-benar yakin Indonesia telah merdeka. Maka pada tanggal 6 Oktober 1945 di hadapan ribuan rakyat yang berkumpul di Lapangan Fukurai yang terletak di depan Gedung Wali Kota Medan diadakan Rapat Umum yang agenda utamanya mendengarkan pembacaan kembali teks proklamasi kemerdekaan Indonesia oleh Gubernur Sumatera Mr. Muhammad Hasan.
Peristiwa itulah yang hari ini kita peringati bersama dengan Apel Bersama Dewan Harian Daerah (DHD) Angkatan ’45, organisasi veteran dan purnawirawan, Gerakan Pramuka dan organisasi pemuda lainnya dengan tujuan agar generasi muda kita tidak lupa sejarah.
Setelah Wali Kota Medan dijabat Luat Siregar, beliau mengubah nama Lapangan Fukurai menjadi Lapangan Merdeka karena disinilah terdapat “Sidik Jari Kemerdekaan Indonesia. Kini Lapangan Merdeka sudah berubah fungsi, jejak-jejak sejarah itu perlahan-lahan dihilangkan. Tapi, kinilah saatnya kita kembali memperjuangkan agar Lapangan Merdeka itu dikembalikan kepada fungsinya sebagai Sidik Jari Kemerdekaan Indonesia, Cagar Budaya dan Kawasan Terbuka Hijau Kota Medan. Mari Berjuang dan Merdeka.

Medan, 6 Oktober 2020
Ketua DHD’45 Sumut
MAYJEN. TNI (PURN.) MUHAMMAD HASYIM

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram