2 Desember 2021

Demo Omnibus Law di Medan Panas, Polisi Himbau Pengunjuk Rasa Tertib

Demo Omnibus Law di Medan Panas, Polisi Himbau Pengunjuk Rasa Tertib

MEDAN—RENTAKNEWS.COM: Ribuan pengunjuk rasa yang menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja yang memadati Gedung DPRD Sumatera Utara di Jalan Imam Bonjol, Medan, Kamis (08/10/2020) berlangsung panas. Massa gabungan dari pelajar, mahasiswa,dan buru berkumpul di depan Gedung DPRD Sumut. Mereka tidak bisa mendekat karena adanya kawat berduri yang melintang.

Massa mahasiswa

Wartawan Rentaknews.com Dewani Dalimunthe dan Arief Perdana Putra dari lokasi unjuukra  melaporkan, sekitar pukul 12.05 WIB, massa aksi yang didominasi pelajar tampak mulai tak terkendali dan melempari gedung DPRD Sumut dengan menggunakan batu.

Massa aksi mengambil batu dari trotoar jalanan di Jalan Imam Bonjol lantas tiba-tiba juga melempari polisi, mereka juga menggunakan botol mineral dan benda-benda lain untuk melempari polisi.

massa unjuk rasa

Polisi yang menggunakan helm lengkap dengan pengaman, mulai keluar dari Gedung DPRD Sumut. Menggunakan pengeras suara, polisi meminta massa tidak terprovokasi melakukan aksi.

“Jangan emosi sabar kita satu keluarga. Kami minta adek-adek sekalian sampaikan aspirasi kalian dengan tertib. Jangan menggunakan kekerasan,” ucap polisi menggunakan pengeras suara.

Mendengar imbauan polisi, demonstran mengamuk. Mereka kembali melempari polisi. Aksi saat ini masih berlangsung. Massa juga mulai merusak kawat berduri yang ada di depan Kantor DPRD Sumut. Terlihat kaca Gedung DPRD juga sudah pecah terkena lemparan batu, bahkan para pelajar tersebut mulai menggoyang-goyangkan pagar besi kantor DPRD hingga ringsek.

Melihat hal tersebut kepolisian langsung bergerak dan menembakkan gas air mata dengan mobil water canon terhadap pelajar yang berada di pagar. Tembakan gas air mata itu memaksa para massa aksi mundur dari depan Gedung DPRD Sumut.

“Yang melempar pasti ketahuan. Aksi kalian terekam CCTV. Jangan merusak fasilitas negara. Muka kalian tergambar CCTV. Tolong dihentikan,” tegas polisi.

Sekitar pukul 14.00 WIB massa dari buruh mulai bergabung dengan para pengunjuk rasa. Massa yang tadinya melempari polisi bersorak menyambut kedatangan para buruh. Aksi massa yang melempari polisi masih terjadi.

Sebagaiman diketahui, DPR RI telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja menjadi undang-undang. Kesepakatan itu diambil melalui hasil rapat paripurna pada Senin (05/10/2020). Proses pengesahan RUU Cipta Kerja diwarnai dengan perdebatan hingga menimbulkan ketegangan sampai Fraksi Partai Demokrat walk out dari sidang paripurna.

UU Omnibus Law Cipta Kerja mengatur bermacam aspek yang digabung menjadi satu perundang-undangan atau bisa dikatakan satu undang-undang yang mengatur banyak hal. Omnibus Law ini merupakan gabungan dari 79 undang-undang dengan 1.244 pasal. Undang-Undang direvisi agar investasi dapat semakin mudah masuk di Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan massa aksi masih memadati Jalan Imam Bonjol Medan  di depan Gedung DPRD Sumut. Massa masih menyampaikan orasi dan yel-yel. (*)

Reporter :

Dewani N Dalimunthe – Arif P Putera

Editor:

Harun AR

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram