MEDAN –RENTAKNEWS.COM: Hari ini, Kamis 8 Otober 2020 diperkirakan ribuan buruh dan masyarakat sipil akan turun ke jalan mengadakan aksi menolak UU Omnibus Law yang dipaksakan pemerintah. Rencana aksi turun ke jalan ini diungkapkan Kepala Divisi Buruh dan Miskin Kota LBH Medan, Maswan Tambak dalam konferensi pers di Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan, Jalan Hindu No. 12, Rabu (07/10/2020).

IKLAN

Menurut Maswan, aksi ‘Gagalkan Omnibus Law Cipta Kerja’ merupakan aksi bersama elemen organisasi buruh dan masyarakat sipil yang tergabung dalam Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat Sumatera Utara (AKBAR SUMUT) yang terdiri dari 24 organisasi diantaranya Badan Perjuangan Rakyat Penunggu Indonesia (BPRPI), Konsorsium Pembaruan Agraria Wilayah Sumatera Utara (KPA SUMUT), Federasi Perjuangan Buruh Indonesia Sumatera Utara (FPBI-SUMUT), Lembaga Bantuan Hukum Medan (LBH Medan).

“Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja ini adalah bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita revolusi Indonesia. Ketika Undang-undang ini digunakan, hanya akan semakin menyengsarakan rakyat Indonesia, khususnya para buruh, petani dan sektor-sektor lain. Tidak ada jaminan hak pekerja untuk mencapai kesejahteraan seperti yang telah dicita-citakan oleh UUD 1945. Tidak ada kedaulatan rakyat atas penguasaan tanah,” kata Maswan.

Dikabarkan mahasiswa dari berbagai kampus juga akan ikut melakukan aksi turun ke jalan. Peserta aksi akan mulai berkumpul sejak pagi di berbagai titik seperti Tugu Majestik, Lapangan Merdeka, Stadion Teladan. Mereka akan melakukan orasi penolakan undang-undang tersebut di halaman Gedung DPRD Sumatera Utara.

Sementara itu pihak  Polda Sumatera Utara mengatakan akan menyiagakan sekitar 7.000 aparat kepolisian mengamankan aksi ini.(*)

Reporter:

Arif P Putra

Editor:

Dewani Dalimunthe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here