9 Desember 2021

Polda Sumut Akan Selidiki Sosok Misterius Pelempar Batu dari Atas Gedung DPRD Medan

MEDAN—RENTAKNEWS.COM: Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja, menagatakan akan segera menyelidiki sosok pelempar batu dari atas Gedung DPRD Medan saat berlangsung aksi unjuk rasa massa menolak diberlakukannya Undang-undang Omnibus Lawa Cipta Karya di Gedung DPRD Sumatera Utara. “Kita akan selidiki video yang beredar tersebut,” katanya saat dimintai konfirmasi, Kamis (08/10/2020).

Sebuah video memperlihatkan tiga sosok misterius terlihat melemparkan batu ke arah massa yang sedang berunjukrasa di jalanan depan Gedung DPRD Medanbdan DPRD Sumut yang letaknya bersebelahan.  Perekam video, Siddiq, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Namun dia tak menjelaskan detail siapa yang melemparkan batu dari atas gedung DPRD Medan itu. Siddiq hanya mengatakan dirinya melihat tiga orang di atas gedung DPRD Medan saat pelemparan batu terjadi.

“Kalau kami lihat ada tiga orang. Nggak ada yang terkena lemparan, hampir,” jelas Siddiq.

Wakil Ketua DPRD Medan Ihwan Ritonga memerintahkan pihak sekretariat mengecek rekaman kamera CCTV. “Kita sudah perintahkan Sekwan supaya suruh cek siapa itu. Bila perlu kita akan tindak tegas bila mereka adalah karyawan DPRD Medan. Jika pegawai kita akan diberikan sanksi tegas. Itu kan namanya provokator, bisa memicu kerusuhan. Nanti akan ketahuan, CCTV tentu akan merekan siapa saja yang naik ke atas gedung,” ucap Ihwan.

Dia sangat menyayangkan, siapa pelaku tindakan tersebut karena bisa membahayakan warga yang sedang berunjukrasa. “Kita sangat menyayangkan itu. DPRD itu lembaga rakyat, lembaga terhormat. Kita akan tindak tegas kalau ketahuan,” ucapnya.

Sementara itu Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Demokrat, Ishaq Abrar M Tarigan, juga meminta peristiwa tersebut diusut tuntas. Dia mengatakan tak ingin DPRD Kota Medan yang malah disalahkan atas peristiwa tersebut. “Karena ada beberapa orang yang melaporkan kejadian ini saya mencari tahu siapa dalangnya. Saya nggak mau ada yang provokasi massa aksi dengan tindakan seperti ini. Kita negara demokrasi harus menerima kritik. Jangan antikritik apalagi sampai memprovokasi massa aksi dengan tindakan seperti ini,” sambung Ishaq.

Massa yang sebelumnya terkonsentrasi di depan Gedung DPRD Sumut kemudian terpecah. Sebagian ada yang berlari ke arah Lapangan Benteng dan sebagian lagi ke arah Jalan Kapten Maulana Lubis. Posisi perekam sendiri berada di sekitar tugu dekat persimpangan antara Jalan Kapten Maulana Lubis dan Jalan Imam Bonjol. (*)

Sumber :

detiknews.com

Editor :

Dewani N Dalimunthe

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram