MEDAN–RENTAKNEWS.COM: Pengadilan Agama Medan memutuskan untuk menutup seluruh pelayanan dan persidangan sementara selama satu minggu setelah seorang panitera pengganti dinyatakan positif Covid-19. Akibatnya ratusan persidangan perkara terpaksa ditunda.

IKLAN

“Berdasarkan laporan, ada seorang panitera pengganti yang positif terpapar Covid-19. Itu pada Selasa malam,” kata Kasubbag Umum Pengadilan Agama Medan, Fadli Azhari di Pengadilan Agama Kota Medan, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, Kamis (15/10/2020) siang.

Kemudian pada Rabu (14/10/2020), pimpinan langsung memutuskan dan mengeluarkan surat keputusan (SK) untuk penutupan kantor Pengadilan Agama selama tiga hari, mulai Rabu.

“Seperti yang diumumkan di depan, seluruh layanan dan persidangan dihentikan. Dan, akan ditunda selama satu minggu,” katanya.

Dijelaskannya, hingga saat ini baru ada perintah dari pimpinan untuk penutupan Pengadilan Agama, belum ada informasi pelaksanaan rapid test ataupun swab test.

Akibat penutupan sementara itu, sidang ratusan perkara tertunda.

“Kalau saat ini persidangan sedang banyak. Sehari itu bisa 120-200 perkara akan tertunda. Otomatis itu,” ujarnya.

Fadli menduga, panitera berinisial B itu diduga terpapar Covid-19 dari luar.

“Dugaannya dari luar. Karena di sini sejak dari gerbang kita tetap laksanakan protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, seorang warga Perjuangan, Pancing, Deli Serdang, yang baru tiba di Pengadilan Agama Medan bersama keluarganya mengaku sebelumnya tidak tahu pengadilan agama ditutup sementara.

“Mau urus perceraian. Saya tak tahu kalau tutup. Kan jauh kali dari Perjuangan ke sini. Rupanya tutup,” katanya.

Pantauan di lapangan, sejumlah warga masih terus berdatangan ke Pengadilan Agama Kota Medan yang berjarak sekitar 10 km dari Pusat Kota Medan. Terlihat, poster protokol kesehatan sudah dipasang di pintu gerbang. Begitu juga dengan hand sanitizer tersedia di pintu masuk dan beberapa titik lainnya di gedung tersebut. Selain itu, kursi tunggu juga diberi tanda silang untuk menjaga jarak. (*)

Sumber :

kompas.com

Editor :

Dewani N Dalimunthe

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here