MEDAN–RENTAKNEWS.COM: Pencurian bunga belakangan ini kian meningkat di beberapa daerah, termasuk Kota Medan dan sekitarnya. Aksi pencurian pot beserta bunga terekam CCTV pada Selasa (13/10/2020) milik Mirna, warga Pasar 7 Tembung.

IKLAN

Mirna mengungkapkan bahwa bunga yang dicuri merupakan jenis bunga Aglonaema yang seminggu lalu ia beli. “Bunga Aglonaema itu yang hilang. Yang merahnya cerah. Baru aja beli minggu lalu di Tanjung Morawa, ada beberapa. Hilangnya ini jam tiga pagian lah kalau gak salah. Taunya pas pagi-pagi mau nyiram bunga. Panggil suami langsung, liat CCTV diambil maling,” ungkap Mirna, Kamis (15/10/2020).

Juliani, warga Jalan Pasar Kampung Melayu Gang Sepakat Kwala Bekala mengaku juga kecurian bunga pada Rabu dinihari (14/10/2020). “Ada sepuluh pot aglonema saya yang dicuri maling. Semua sudah mekar dan kalau ditaksir harga bisa antara Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu per pot. Memang aglonema lagi booming dan pencuri pun merajalela,” katanya.

Banyaknya kasus ini, membuat para kolektor bunga jadi khawatir bunga-bunga yang memiliki harga yang cukup tinggi dicuri maling. Hal ini diungkapkan Elly, warga Kecamatan Medan Timur ini sempat resah banyak mendengar kasus pencurian bunga.

“Ih takutlah. Kan kita koleksi bunga mau biar dilihat orang, ini malah jadi was-was dipantau teruslah. Kalau siang mau mau ngerjain apa-apa jadinya pagar dikunci dulu. Khawatir juga, kita beli bunganya mahal-mahal malah enak diambil orang,” ungkap Elly.

Elly sendiri juga memilih menyimpan beberapa koleksi bunganya tiap malam di dalam ruangan agar menghindari kesempatan dicuri para maling.

“Kalau yang disimpan di rumah ada tiga, ada Monstera Varigata ada dua sama Aglonaema satu. Kalau ini karena rata-rata harganya ratusan ribu dan udah mulai jarang ada. Saya antisipasi lah daripada dicuri,” ujarnya.

Senada dengan Elly, menyimpan bunga saat malam juga dilakukan Dini, warga Medan Johor untuk menghindari maling. Dini sendiri sudah mengalami kemalingan pertama kali pada April lalu.

“Udah pernah kemalingan kemarin bunga keladi merah itu. Geram kali padahal udah ngerawat dari kecil sebelum musim kayak sekarang. Sengaja dikeluarin malam kemarin biar kena embun dia, rupanya paginya udah tinggal potnya aja. Kata orang-orang sini, Anak-anak lajang yang ambil. Dari situ gak pernah lagi tarok bunga-bunga yang cantik di luar. Masukkan gudang semua, nanti kalau pagi baru dikeluarin. Sekarang liat berita pencurian gini, makin gak berani lah kalau pergi keluar mending masukkan aja bunganya sekalian,” jelas Dini.

Di tempat terpisah, aksi pencurian bunga terjadi di Jalan Bahkora II, Kelurahan Marihat Jaya, Kecamatan Siantar Marimbun terekam oleh CCTV, Selasa (06/10/2020) dini hari.

Adapun bunga, adalah milik seorang warga bernama Rosenta Pardede (30). Bunga tersebut ditanam di pot tepat di depan rumahnya.

Sesuai rekaman CCTV miliknya, pelaku diduga dilakukan oleh dua orang dengan mengendarai mobil. Satu pelaku yang tampak seperti emak-emak dengan cepat mencabut bunga dari potnya.

Ada tiga bunga yang dicabut oleh pelaku, jenisnya Gelombang Cinta yang di pasaran diperkirakan seharga Rp. 400 ribu/tangkai dan Aglonema seharga Rp. 200 ribu/tangkai.

“Bunga itu dari kecil saya rawat. Kalau ditotalkan bunga yang dicurinya itu seharga Rp. 800 ribu lah, bang. Memang selama ini bunga itu diletak di luar,” terangnya. (*)

Sumber :

tribunnews.com

Editor :

Dewani N Dalimunthe

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here