1 Desember 2021

AKBAR Sumut: Setahun Jokowi Berkuasa, Rakyat Makin Tertindas

MEDAN—RENTAKNEWS.COM: Akumulasi Kemarahan Buruh dan Rakyat (AKBAR) Sumatera Utara kembali turun ke jalan melakukan aksi tepatnya di depan Tugu Nol Kilometer Jalan Balai Kota Medan untuk menolak Omnibus Law, Selasa (20/10/2020).

Perwakilan Akbar Sumut, Lusty Malau dengan suara lantang berorasi mengenai satu tahun pemerintahan Presiden. “Kami melihat hari ini satu tahun rezim Jokowi malah menindas rakyat dengan Undang-undang Omnibus Law,” katanya.

Wanita yang juga merupakan aktivis Perempuan Hari Ini (PHI) juga lantang menegaskan pihak AKBAR telah membentuk tim untuk mengkaji Undang-undang Omnibus Law yang memang benar menyengsarakan rakyat.

“Kami buktikan dengan membentuk tim kajian. Kami saat ini sedang berjuang membentuk tim kajian membahas soal Omnibus Law  yang kami sebut hari ini tidak hoaks. Supaya apa? Supaya kami membuktikan bahwa kita adalah orang intelek dan tidak dianggap tidak mengerti bahwa Undang-undang tersebut benar-benar menindas rakyat,” tuturnya.

Dikatakannya, dalam satu tahun pemerintahan Jokowi, pihak kepolisian juga semakin bertindak represif.

Banyak sekali represivitas yang dilakukan oleh pemerintah melalui pihak kepolisian.

Pihaknya juga memahami bahwa kepolisian hanya menjalankan tugas namun sayangnya di periode Jokowi yang kedua ini ternyata tidak ada toleransi.

“Kemudian juga tidak ada menghargai pendapat dan membatasi apresiasi dari masyarakatnya sehingga hari ini banyak sekali masyarakat tertekan,” tegasnya.

Hal tersebut disebutkan Lusty dengan adanya ancaman terhadap para pelajar dan mahasiswa yang melakukan aksi yaitu dengan tidak dikeluarkannya SKCK.

“Nah ini juga dibuktikan dengan ancaman kepada pelajar yang ikut berunjuk rasa, karena surat SKCK diancam untuk tidak dikeluarkan. Nah ini kita dibenturkan pada urusan-urusan administratif. Rakyat kecil bisa apa sedangkan kepolisian tidak bisa melakukan hal lain karena didukung oleh pemerintah. Itu yang kita sayangkan. Hari ini menyampaikan aspirasi sangat sulit sekali, dan negeri ini sudah tidak ada lagi demokrasi,” jelasnya. (*)

Sumber :

tribunnews.com

Editor :

Dewani N Dalimunthe

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram