7 Desember 2021

Mohammad Nuh: “Wakaf Menyelamatkan Manusia Dunia Akhirat”

SERANG—RENTAKNEWS.COM: Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Prof Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA mengatakan berwakaf sama dengan menyelamatkan manusia di dunia dan di akhirat. Hal itu dikatakannya dalam sambutannya pada acara Peresmian Retina dan Glaukoma Center Rumah Sakit Mata Ahmad Wardi di Jalan Raya Taktakan KM 1, Kota Serang, Provinsi Banten, Rabu (21/10).

Muhammad Nuh

“Orang yang berwakaf, ketika meninggal akan mendapat passive income yang terus-menerus mengalir. Berwakaf melalui CWLS tidak akan hilang. Dana wakaf akan bermanfaat juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk membangun rumah sakit berbasis wakaf,” kata Mohammad Nuh.

Lebih lanjut Mohammad Nuh memberi contoh, ada ibu-ibu yang sudah tidak bisa melihat karena katarak, sudah tidak bisa melihat anak-anak, apalagi membaca Alqur’an. Tetapi setelah dibantu diobati dengan fasilitas layanan rumah sakit berbasis wakaf, ibu-ibu tersebut bisa kembali melihat segalanya dengan terang, bisa mengaji, dan membaca Alqur’an sampai akhir hayat. “Insya Allah husnul khotimah. Yang dibantu bisa diselamatkan masuk surga, yang membantu juga masuk surga dan terus mendapatkan passive income” katanya.

Retina dan Glaukoma Center diresmikan penggunaannya oleh Wakil Presiden RI Dr. KH. Ma’ruf Amin. Rumah sakit yang terlebih dulu diresmikan dan pusat layanan retina dan glaukoma yang baru diresmikan, dibangun dengan pendanaan berbasis berbasis wakaf, atas kerja sama Badan Wakaf Indonesia (BWI) dan Dompet Dhuafa.

Wapres Ma’ruf Amin

Ma’ruf Amin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Badan Wakaf Indonesia dan Dompet Dhuafa. “Ini adalah bukti bahwa pengembangan ekonomi Syariah dengan istrumen wakaf mampu untuk membangun rumah sakit dan perlengkapannya yang sangat baik untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” kata Ma’ruf Amin.

Menurut Ma’ruf Amin, kebutuhan pengobatan mata di Indonesia tergolong tinggi dibanding negara-negara lain. Pengobatan yang diperlukan umumnya operasi mata karena katarak, kemudian retina dan glaukoma.

Acara peresmian pusat layanan retina dan glaukoma yang dilaksanakan secara langsung dan lewat aplikasi zoom, dihadiri antara Menteri Agama Jenderal (Purn.) Fahrul Razi, SIP, SH, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, SE, M.Sc, PhD, Ketua Badan Pelaksana Badan Wakaf Indonesia Prof Dr. Ir. H Mohammad Nuh, DEA, Penasihat Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Pusat Prof. DR. Dr Nila F Moeloek, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Nasyith Majidi, dan Wali Kota Serang H Syafrudin, S.Sos, MSi, serta pimpinan beberapa bank Syariah.

​Wali Kota Serang Syafrudin mengakui di kota Serang sendiri terdapat banyak penderita katarak

mulai anak-anak sampai orang tua. “Terima kasih, di kota ini sudah ada rumah sakit mata, dengan peralatannya yang canggih. Saya kira rumah sakit ini tidak hanya digunakan oleh warga Serang, tetapi juga warga sekitarnya, seperti Pandeglang dan Tangerang,” tutur Syafrudin.

Karena manfaatnya wakaf sangat luar biasa dalam membantu kesejahteraan masyarakat, Menteri Agama Fahrul Razi dalam sambutannya menekankan perlunya mencari terobosan-terobosan dalam mengisi gerakan wakaf yang sudah mendapat dukungan dari Bank Indonesia, dan bank-bank lainnya yang berbasis Syariah.

“Kami mendukung perwakafan,” kata Menteri Agama yang kemudian mengusulkan perlunya pengembangan strategis untuk memajukan perwakafan, terutama literasi wakaf. Banyak orang mengira wakaf hanya dilakukan dengan tanah saja. Padahal wakaf bisa dilakukan dengan uang tunai. Dan tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas layanan wakaf.

​Sejalan dengan pemikiran Menteri Agama dan Wakil Presiden, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam sambutannya mengatakan, pengembangan ekonomi Syariah perlu ditingkatkan, karena sudah terbukti manfaatnya, dibantu dengan instrumen-instrumen di perbankan syariah.

Di masa pandemi virus corona (Covid-19), menurut Sri Mulyani, gerakan wakaf sangat diperlukan untuk membantu ekonomi masyarakat, selain pemerintah secara khusus telah menyiapkan dana APBN untuk membantu berbagai sektor dalam meningkatkan kesejahteraan dan ekonominya. Seperti instrumen pendanaan Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) serta pembiayaan dari BNI Syariah ternyata mampu untuk membangun pusat layanan retina dan glaucoma di rumah sakit mata di sini.

Pada kesempatan itu juga dilakukan sejumlah kegiatan antara lain penandatanganan kesepahaman atau MoU pertama di Indonesia antara BWI dan Baznas Provinsi Jawa Barat dalam hal pendirian rumah sakit berbasis wakaf, kemudian penandatanganan MoU dengan UNDP, Komitmen Wakaf Yayasan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, dan komitmen Wakaf Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) senilai Rp 10 miliar. (*)

Sumber:

Persreleasse SMSI Pusat

Editor:

Dewani N Dalimunthe

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram