7 Desember 2021

Presiden Jokowi: “PKN Bukti Budayawan Optimis dan Pantang Menyerah”

JAKARTA–RENTAKNEWS.COM: Presiden Joko Widodo membuka PKN 2020 yang akan berlangsung 31 Oktober – 30 November 2020 secara daring, Sabtu (31/10/2020). Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) memasuki tahun ke-2 ini digelar Ditjen Kebudayaan Kemendikbud.

“Pekan Kebudayaan Nasional adalah bukti bahwa budayawan dan pelaku seni tidak tunduk pada pandemi. Di tengah kesulitan dan tantangan yang dihadapi, semua terus berkreasi, terus optimis dan terus bergerak maju membangun memori masa depan yang lebih baik,” ujar Presiden Jokowi.

Ia menambahkan, tanpa membedakan latar belakang semua berupaya meletakkan batu bata budaya untuk membangun peradaban Indonesia maju. Lebih jauh Presiden Jokowi melihat pantang menyerah bangsa Indonesia itu telah terbentuk oleh tantangan alam, dari kondisi geografis nusantara.

“Selama berabad-abad nenek moyang kita telah bersahabat dengan semua tantangan tersebut, menjaga harmoni dengan alam, membangun kebudayaan dan nilai-nilai keutamaan di atasnya,” ungkapnya.

“Kepada semua pihak, teruslah berkarya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, terus menggali kearifan lokal dalam menghadapi bencana dan menghargai bumi dengan sehormat-hormatnya,” kata Presiden di akhir pidatonya.

Dalam pembukaan Pekan Kebudayaan Nasional bertajuk “Napas Bumi” tersebut tampil juga Mendikbud Nadiem Anwar Makarim yang membacakan Prolog Napas Bumi, dan Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid yang membacakan puisi dengan iringan lagu dari penyanyi cilik, Naura. “Napas Bumi” adalah pergelaran pertunjukan kolosal yang menampilkan kolaborasi tarian nusantara, hasil karya seniman dan budayawan Nusantara.

“Napas Bumi” menyisipkan pesan kearifan budaya Indonesia untuk mengalahkan tantangan kehidupan. Indonesia memiliki tradisi yang bisa menjadi benteng ketahanan yang luar biasa yang mampu memberikan kekuatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pagelaran ini menghadirkan kekayaan seni tradisi seperti Ritual Nyangahatan dari Kalimantan Barat, Dana Sarah dari Jambi, Tari dan Musik Hu dari Aceh, Tari Ritual Patung Kayu Sigale-gale dari Toba, Joged Lambak dan Pucuk Pisang dan Penampilan spesial tari bersama dengan Mbah Minto dan Ayu Laksmi.

Ananda Sukarlan tampil dengan garapan musik piano yang digubah atas dasar Naskah Proklamasi dengan tema “Kemerdekaan untuk semua insan”.

PKN tahun ini melibatkan 4.791 seniman dan pekerja seni, 27 tema konferensi, 93 pergelaran, 1.477 karya seni rupa dipamerkan secara virtual dalam lima kategori pameran.

Tema “Napas Bumi” dilatar belakangi situasi pandemi yang membawa kita kembali mengingat kekayaan budaya nusantara. Protokol-protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah dan World Health Organization (WHO) memiliki banyak kaitan dengan akar tradisi sehat di nusantara.

Tradisi mencuci tangan, tradisi tolak bala, tradisi mengisolasi diri, tradisi bersih desa, semuanya mengajarkan tentang relasi manusia dengan alam, dan pengaruhnya kemudian pada kesehatan dan kekuatan tubuh manusia dan lingkungan sosialnya.

Pekan Kebudayaan Nasional 2020 diharapkan menjadi bentuk interaksi budaya dalam adaptasi baru dengan memberikan lebih banyak akses kepada seluruh pemangku kepentingan untuk bersama melakukan upaya pemajuan kebudayaan dan pencapaian strategi kebudayaan nasional. (*)

Sumber:

Kompas.com

Editor:

Pristi Hapsari Hasugian

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram