1 Desember 2021

Sumur Resapan Sebagai Alternatif dari Dampak Perubahan Iklim

Oleh Abdul Aziz, ST

Pemanasan global yang terjadi saat in di bumi adalah salah satu dampak dari perubahan iklim yang menyebabkan kandungan uap air di atmosfer semakin meningkat dan menjadi sangat lembab. Kondisi atmosfer yang lembab akan memicu terjadinya badai besar La Nina dan El Nino yang berpotensi banjir akan menjadi ancaman bagi kota-ota yang tidak mempunyai sistem penanggulangan banjir yang memadai.

Berbagai cara harus dilakukan untuk meminimalisir segala ancaman yang akan terjadi itu. Beberapa pendekatan yang selama ini sudah diterapkan di berbagai negara termasuk di Indonesia yakni membuat sumur resapan.

Selama ini kita cenderung untuk mengalirkan air hujan secepatnya ke laut. Pembangunan kanal-kanal untuk mengurangi bencana banjir banyak dibangun oleh pemerintah. Masyarakat juga selalu mengarahkan air menuju saluran drainase yang menuju ke sungai dan akhirnya bermuara ke laut.

Tujuannya adalah untuk mengurangi bencana banjir, tapi itu tidaklah cukup karena kanal hanya memindahkan lokasi banjir.

Salah satu konsep sederhana yang efektif untuk mengurangi aliran permukaan yang dapat menyebabkan banjir adalah sumur resapan. Sumur resapan merupakan kegiatan konservasi sipil yang sederhana berupa sumuran yang berfungsi menampung, menahan dan meresapkan air permukaan (run-off) ke dalam tanah (akuifer) untuk meningkatkan jumlah dan posisi muka air tanah.

Air hujan diberikan jalan untuk meresap ke dalam tanah melalui sumur resapan. Secara alami air hujan  yang jatuh mencapai permukaan tanah melalui proses infiltrasi dan perkolasi, maka dengan cara ini, aliran permukaan dari air hujan yang jatuh direkayasa untuk dialirkan masuk ke dalam sumur resapan.

Air hujan yang pada dasarnya merupakan air bersih akan dialirkan ke dalam tanah melalui sumur resapan dapat dijadikan sumber penyediaan air permukaan di dalam tanah. Sisa air hujan yang tidak tertampung dalam sumur resapan baru dialirkan dan dibuang ke laut. Untuk itu perlu dibangun sebanyak mungkin sumur resapan di kawasan-kawasan strategis seperti di taman-taman kota, kawasan pemukiman, kawan sekolah, kawasan industri, kawasan perkantoran dan lain-lain.

Salah satu pilot projet pembangunan beberapa sumur resapan yang dibangun USAID dan Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH) yang disupervisi oleh Ir. Heri Batangari Nasution, MPsi yang ditunjuk LPPM USU telah sukses dibangun di desa Naga Huta Kabupaten Simalungun. Diharapkan pilot project ini akan menjadi kebijaksanan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota di seluruh Sumatera Utara dalam upaya penanggulangan banjir.

Menurut Ir. Heri Batangari Nasution, M.Psi, teknologi sumur resapan ini bertujuan untuk upaya  pelestarian sumber daya air tanah, menanggulangi kekurangan air bersih, perbaikan kualitas lingkungan, dan yang paling penting adalah membudayakan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga karunia Allah SWT ini. Selain itu untuk menjaga kesetimbangan air  tanah dalam sistem akuifer pantai dan mengurangi limpasan permukaan (run-off) serta mencegah erosi tanah. Tujuan akhirnya adalah mengurangi resiko banjir, longsor dan menjaga aliran sungai di musim kemarau.

Mengingat besarnya manfaat sumur resapan ini bagi kehidupan kita, Rentaknews.com akan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dengan melibatkan para pemangku kepentingan atau instansi terkait, pakar lingkungan,  lembaga swadaya masyarakat, akademisi dan pers.

FGD ini akan dilaksanakan pada tanggal 18 November 2020. Diharapkan FGD ini dihadiri Plt, Wali Kota Medan, pakar lingkungan, para rektor PTN dan PTS, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, kepala dinas terkait, Kadin, REI, Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (APTISI) dan BMPS (Badan Musyawarah Perguruan Swasta) Medan.

FGD ini diharapkan dapat merumuskan berbagai kebijakan dan langkah-langkah penanggulangan banjir bagi pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara(*)

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram