9 Desember 2021

Umat Islam Sumut Gelar Aksi Kecam Macron dan Boikot Produk Prancis

MEDAN–RENTAKNEWS.COM: Ratusan umat Islam yang tergabung dari berbagai ormas islam di Sumatera Utara berkumpul di pelataran Masjid Raya Al Mashun, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, Jumat (06/11/2020).

Dari pantauan Rentaknews.com di lapangan, massa aksi terdiri dari GNPF Ulama Sumut, DPD FPI Sumut, PA 212 Sumut, FUI Sumut, KOKAM Sumut, DPW PUI Sumut, dan berbagai elemen ormas islam lainnya. Ratusan massa ini berkumpul untuk melakukan aksi mengecam tindakan Presiden Prancis, Emmanuel Macron terkait penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW dengan memboikot produk yang berasal dari Prancis.

Ratusan massa ini hadir dengan menggunakan angkutan umum, pick up, mobil pribadi dan sepeda motor dengan berseragam didominasi warna hitam dan seragam dari masing-masing ormas. Diketahui bahwa para massa aksi yang telah melakukan shalat Jum’at bersiap-siap untuk menuju titik utama yaitu di depan Plaza Medan Fair, Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Massa aksi berkumpul ben bersiap-siap menuju Plaza Medan Fair

“Ini kita mau gerak ke Plaza Medan Fair untuk aksi utama. Titik tersebut dipilih karena banyak menjual produk-produk asal Prancis. Ini kita menunggu jamaah yang lain,” kata koordinator aksi Indra syafi’i.

Sebelum massa bergerak menuju Plaza Medan Fair, hadir Habib Novel Al Athos dari atas mobil komando memberikan tausiah singkat dan mengingatkan massa aksi agar meluruskan niat terhadap aksi hari ini.

“niat kita karena cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW. Semua acara ini niatnya karena Allah dan tidak ada mencaci maki orang-orang yang tidak ikut aksi hari ini, kita do’akan semoga Allah memberikan kesadaran kepada Presiden Prancis.” kata Novel.

Diiringi hujan yang cukup deras, para pengendara sepeda motor tetap semangat memegang bendera yang dikibarkan menuju Plaza Medan Fair.

Protes terhadap Prancis dan Macron dari sejumlah negara Islam muncul setelah otoritas Prancis menegaskan hak mereka untuk mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad SAW. Sikap tersebut tetap disampaikan meskipun mereka mengetahui akan menyinggung umat Muslim. Polemik muncul lagi setelah seorang guru di Prancis tewas dipenggal karena menunjukkan karikatur Nabi Muhammad di kelasnya saat membahas soal kebebasan berbicara dan berekspresi.

Kecaman bertambah usai Macron mengucapkan komentar kontroversial saat memimpin penghormatan untuk guru Prancis tersebut. Seruan boikot produk Prancis kemudian menggema di sejumlah negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Dalam pidatonya, Macron bersumpah bahwa Prancis tidak akan menghentikan karikatur dan menyebut sang guru dibunuh ‘karena Islamis menginginkan masa depan kita’. Macron juga menyatakan perang terhadap ‘separatisme Islam’, yang diyakininya telah mengambil alih sejumlah komunitas muslim di Prancis.

Pemerintah Indonesia telah menyampaikan sikap dan mengecam pernyataan Macron. Pemerintah RI menilai ucapan Macron melukai miliaran umat Islam di dunia. (*)

Reporter:
Dewani N Dalimunthe
Editor:
Arif P Putera

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram