MEDAN–RENTAKNEWS.COM: Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meresmikan Bus Buy The Service (BTS) di Terminal Amplas, Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Medan Amplas, Minggu (08/11/2020).

IKLAN

Sebelumnya, bus dengan sistem pembayaran nontunai ini sudah melakukan uji coba rute di sekitaran Lapangan Merdeka menuju Terminal Pinang Baris Medan pada Sabtu (07/11/2020).

Peresmian Bus BTS ini ditandai dengan pelepasan bendera yang langsung diambil alih oleh Menhub Budi Karya Sumadi.

Budi mengungkapkan bahwa BTS ini merupakan subsidi dari pemerintah untuk memberikan peluang kepada masyarakat untuk mulai menaiki bus.

“Buy The Servis adalah satu program subsidi angkutan massal perkotaan di mana terjadi gap antara daya beli masyarakat dengan cost yang dikeluarkan oleh operator, maka selisihnya kita bayar. Oleh karenanya secara khusus kita tidak sediakan bus tetapi memberikan subsidi. Ini juga memberikan kesempatan bagi BUMD dan swasta kecil untuk memiliki PO-PO bus juga akan kita subsidi melalui lelang,” ungkap Budi Karya.

Bus BTS ini nantinya akan beroperasi sebanyak 72 unit dengan ukuran besar dan sedang.

Hal ini diungkapkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setiyadi.

“Nantinya akan ada 72 bus untuk ukuran besar dan sedang. Kalau besar semua ada di Medan, kalau untuk lainnya kebanyakan ukuran sedang. Rute yang akan kami bangun di Medan ada beberapa koridor,” kata Setiyadi.

Adapun lima koridor yang akan beroperasi diantaranya Tembung-Lapangan Merdeka, Terminal Amplas-Lapangan Merdeka, Terminal Pinang Baris-Lapangan Merdeka, Tuntungan-Lapangan Merdeka, dan Belawan Lapangan Merdeka.

Setiyadi menuturkan bahwa bus berbasis aplikasi ini akan rutin mendatangi setiap shelter setiap 10 menit sekali.
“10 menit sekali akan lewat bus, jadi masyarakat tidak akan menunggu lama di dalam shelter ataupun sebagainya,” ujar Setiyadi.

Setiyadi juga berharap dalam pengaplikasian Bus BTS ini, Pemerintah Kota Medan dapat membuat strategi agar masyarakat dapat beralih ke bus.

“Pemerintah Kota Medan kita harapkan ada program atau strategi untuk menarik masyarakat untuk beralih ke bus. Ada beberapa strategi yang kita harapkan bisa mengeksekusi lahan parkir yang harus mahal agar masyarakat malas menggunakan sepeda motornya,” jelas Setiyadi.

Selanjutnya Setiyadi juga menuturkan jika anggaran RAPB dapat rampung, ia menargetkan akan melakukan pengadaan bus listrik dalam setiap koridor.

“Rencana tahun depan, saat RAPB dirampungkan, satu koridor akan menggunakan bus listrik. Nanti kalau anggaran saya cukup, insyaAllah untuk kota besar seperti Denpasar, Surabaya, Jakarta, Bandung dan Medan satu koridor akan kita buat bus listrik,” tutup Budi Setiyadi.

Bus BTS sendiri akan segera dapat dinikmati secara gratis oleh warga Medan pada tanggal 16 November hingga Desember 2020 dengan menggunakan aplikasi Brizzi. (*)

Sumber:
tribunnews.com
Editor:
Dewani N Dalimunthe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here