1 Desember 2021

D’Johor Coffee & Seafood, Menyajikan Sesuatu yang Berbeda

Kejelian seorang H. Muhammad Shodiq, SE melihat besarnya peluang pasar kuliner di Medan melahirkan sebuah karya besar D’Johor Coffee & Seafood. Dalam kurun waktu yang tak terlalu lama D’Johor Coffee & Seafood tampil sebagai salah satu cafe atau resto yang populer di kalangan warga Medan dan sekitarnya. Padahal di lokasi yang berdekatan di sepanjang Jalan Karya Jaya, Medan Johor sudah menjamur cafe dan resto yang menawarkan berbagai ragam macam makanan dengan berbagai konsep. Shodiq berhasil menggabungkan tiga aktifitas sekaligus di D’Johor Coffe & Seafood yaitu makan, ngopi dan wedding. Setiap Sabtu dan Minggu ruang resto dipakai untuk wedding atau pesta perkawinan.

“Dulu orang akan pergi ke Ringroad untuk mencari makanan karena di sana banyak pilihan. Tapi sekarang pasar kuliner itu sudah beralih ke kawasan Medan Johor. Warga Medan untuk makan dan nongkrong sambil ngopi tidak lagi ke Ringroad, tapi ke sini, ke Jalan Karya Jaya atau Karya Wisata ,” kata Muhammad Shodiq kepada Tim Kuliner Rentaknews.com.

Sebagai pendatang baru, D’Johor Coffee & Seafood tidak takut bersaing dengan cafe dan resto yang sudah duluan menguasai pasar. “Di sinilah letak peluang itu, orang akan datang ke kawasan Johor ini untuk mencari makanan yang dia sukai. Di sini banyak pilihan dan D’Johor adalah salah satu pilihan itu. Kita tidak menjual apa yang dijual orang, kita menyajikan sesuatu yang berbeda” kata Shodiq lagi.

H. Muhammad Shodiq, SE

Menurut Shodiq, D’Johor Coffee & Seafood tidak sama dengan mereka yang sudah lama beroperasi di Kawasan Medan Johor. “Kita selain menawarkan lokasi yang luas dan nyaman dengan lokasi parkir yang lebih luas juga menawarkan menu-menu favorit dan khas masakan Nusantara, terutama seafood dan masakan lainnya. Memang penekanan kita pada seafood. Tapi bukan berarti menu makanan lain tak tersedia. Si sini ada Nasi Bakar yang mungkin di tempat lain tak ada,” kata Shodiq lagi.

Dengan berbagai menu dan lokasi yang luas dan nyaman itu D’Johor Coffee & Seafood langsung menjadi pilihan utama bagi pecinta kuliner. Apalagi pada sore sampai malam hari tersedia pula berbagai stand foodcourt yang menjajakan berbagai makanan ringan nusantara. Bahkan pada setiap malam Senin dan malam Kamis tersedia live musik yang menghibur Anda pada saat makan malam.

“Kami berusaha dan mengutamakan pelayanan. Bagi kami kenyamana pengunjung adalah hal yang utama. Kami tidak mau menzholimi pengunjung karena mereka susah untuk parkir. Kami pun tidak mau jika pengunjung tidak terlayani dengan baik. Pelayan kami ada yang sudah tersertifikasi dan menggunakan seragam sehingga jelas mana yang pelayan mana yang pengunjung,” kata Shodiq lagi.

Menurut Shodiq dia sebenarnya juga pendatang baru di dunia kuliner. Selama ini bisnis Shodiq adalah grosir sembako dan penyewaan alat pesta. Tapi karena Shodiq melihat peluang di pasar kuliner sangat besar dan prospek, beliau langsung menerjunkan diri dalam bisnis ini. Didukung kawan-kawan se-komunitasnya, Shodiq langsung tancap gas. Saat ini Shodiq juga sedang menyiapkan satu lokasi lagi di Jalan Karya Wisata.

“Di Karya Wisata itu akan terintegrasi cafe, taman dan aula sehingga di sini bisa diadakan pesta taman dan wedding. Di D’Johor Coffee & Seafood memang juga ada wedding, tapi jika ada wedding terpaksa resto ditutup dari pagi sampai sore. Ini banyak yang komplain,” kata Shoddiq yang pernah bekerja sebagai karyawan PT. Arun LNG Lokseumawe ini.

Menurut suami dari Endang Triwahyuni ini, dia sebenarnya tidak bercita-cita menjadi pengusaha kuliner. Pendidikan dasar dan menengahnya dijalani di sekolah agama. Tapi ketika PT. Arun buka, pria asal Banyuwanggi ini nekat melamar kerja berbekalkan ijazah Madrasah Aliyah. “Waktu itu yang diperlukan karyawan yang menguasai komputer, kebetulan saya ada kursus komputer sehingga ketika saya melamar saya diterima. Alhamdulillah, di PT Arun itu saya dapat jodoh. Waktu itu Endang Triwahyuni sedang mengikuti On Job Training dari kampusnya STIK-P Medan sebagai public relation. Setahun berkenalan, langsung saya lamar,” kata Shodiq tertawa.

Tak berapa lama Shodiq lalu mengundurkan diri dari PT. Arun karena kondisi Aceh saat itu kurang kondusif. Saat ini selain mengelola D”Johor Coffee  Seafood, Shodiq juga aktif sebagai pembimbing jamaah Haji dan Umroh di PT. Almeera Travel. “Saya sudah punya sertifikat Pembimbing Haji dan Umroh tingkat Nasional yang dikeluarkan Kemenag RI,” kata Shodiq seraya mengatakan sebahagian keuntungan D’Johor Coffee & Seafood digunakan untuk membiaya rumah tahfiz yang dikelola komunitasnya. (*)

Reporter:

Erlinda Mandai

Editor:
Harun AR

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram