1 Desember 2021

Kemendes dan Kemenag Dukung Sekolah Pendamping Desa YBM PLN

JAKARTA—RENTAKNEWS.COM: Sekolah Pendamping Desa merupakan program Capacity Building bagi para calon Pendamping Program Pemberdayaan Ekonomi yang terpilih dari seleksi terbuka dan perwakilan unit. Mereka akan ditempatkan di berbagai wilayah pemberdayaan Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan membekali peserta dengan berbagai kompetensi. Mulai dari motivasi, leadership, pengembangan tim, skills pemberdayaan dasar hingga pendampingan, serta berbagai teknik yang diperlukan oleh seorang pendamping yang mampu memimpin sinergi pedesaan yang memberdayakan.

Desa membutuhkan sosok pemberdaya masyarakat yang memiliki kompetensi pemetaan kebutuhan masyarakat desa, mendesain program pemberdayaan desa, mendampingi masyarakat dengan monitoring dan evaluasi program pemberdayaan desa. Pendamping desa diharapkan dapat menciptakan nilai tambah sesuai dengan Sustainable Development Gaols (SDGs). Menerapkan cara-cara untuk meningkatkan nilai tambah suatu desa, terutama di masa pandemik Covid-19.

“Cara-cara untuk meningkatkan nilai tambah suatu desa misalnya yang pertama dengan Iptek menjadi basis penerapan dalam pemberdayaan masyarakat, kedua Digitalisasi, dengan Smart Village menjadi kebutuhan dan berbasis pemetaan, ketiga Spesialisasi, pemberdayaan harus memiliki spesialisasi agar mampu mendorong SDGs, kemudian Diversifikasi, agriculture dan lain-lain membutuhkan spesialisasi dan terakhir Kolaborasi, zaman sekarang segala sutua yang dilakukan harus dengan sinergis,” ujar Dr. Suprapedi M. Eng, Staf Ahli Menteri Bidang Kerjasama Antar Lembaga Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi.

“Kita harapkan stategi ini dapat digunakan oleh para pendamping desa, memhami nilai tambah suatu desa dengan menciptakan inovasi-inovasi baru,” tambah Suprapedi.

Disisi lain, Kementerian agama sudah menyiapkan 37 kompetensi standar bagi amil dan nazhir untuk mengoptimalkan pembangunan manusia unggul dalam bentuk standar kompetensi kerja nasional. Menurut Drs. H. Tarmizi Tohor, MA, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama program lembaga zakat melalui pendamping harus beriringan dengan perencanaan pembangunan desa melalui musyawarah dan musrenbang.

Sejumlah 14 peserta Sekolah Pendamping Desa yang merupakan fresh graduate dari timur hingga barat Indonesia berkumpul setelah menjalani seleksi rekrutmen 889 calon yang telah melakukan psikotes dan wawancara. Lulusan sekolah online yang bersinergi dengan IMZ ini akan ditempatkan untuk mendampingi desa dan kawasan pembinaan YBM PLN, lembaga profesional yang mengelola dana zakat dari seluruh lingkungan PT PLN, Persero di Indonesia.(*)

Reporter:
Prasetyo IMZ
Editor:
Pristi Hapsari Hasugian

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram