9 Desember 2021

Tim Akhyar Tolak Teken Berita Acara Rekapitulasi Pilkada Medan

MEDAN–RENTAKNEWS.COM: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan telah menuntaskan rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan 2020. Namun Tim Pemenangan  Akhyar  Nasution-Salman Alfarisi tidak mau menandatangani berita acara rapat pleno terbuka rekapitulasi tersebut.

Dalam pleno itu diperoleh hasil yaitu, pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman meraih 393.327 suara. Sedangkan pesaingnya Akhyar- Salman meraih 342.580 suara.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Akhyar-Salman, Gelmok Samosir mengatakan ada beberapa kejanggalan yang mereka temukan selama proses Pilkada Medan.
“Kami simpulkan tidak akan tandatangani berita acara. Ini kami lakukan sebagai bentuk penghargaan kami kepada pemilih kami. Kami punya tanggung jawab moral terhadap para pemilih kami sehingga sikap itu dilakukan,” kata Gelmok di Hotel Santika Medan, Selasa (15/12/2020).

Gelmok mengatakan sejak awal proses pilkada banyak ditemukan dugaan kecurangan, bukan hanya pada hari pemungutan suara.
“Kami tentunya siap kalah, siap menang. Tapi ada sesuatu di luar kendali kami,” kata Gelmok.

Gelmok menyebutkan contoh di Belawan. Pihaknya menemukan pemilih di delapan TPS menggunakan KTP yang bukan penduduk Belawan. Pihaknya pun meminta supaya kotak suara dibuka, namun KPU menolak.

Selain itu, kata Gelmok, mereka menduga ratusan surat C6 (surat undangan memilih) tidak sampai ke pemilih. Kondisi tersebut dinilai merugikan Akhyar-Salman.

“Ada surat C6 yang kami temukan menumpuk di satu tempat yaitu di salah satu warung di mana di warung itu ada spanduk Paslon 02. Barang bukti sudah kami serahkan ke Bawaslu,” jelas Gelmok.


Tim Akhyar masih memikirkan apakah akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi terkait rekapitulasi hasil penghitungan suara.

Dalam kesempatan itu, Juru Bicara Bobby-Aulia, Ikrimah Hamidy mengatakan pihaknya tidak keberatan dengan hasil rekapitulasi yang digelar KPU Medan.

“Adapun masalah teknis terkait surat suara yang tidak sah itu akibat kelemahan distribusi pencatatan,” kata Ikrimah.

Pihaknya juga tidak keberatan jika nantinya kubu Akhyar-Salman menggugat hasil Pilkada Medan ke Mahkamah Konstitusi.

“Semua punya hak untuk ke MK. Tapi kita serahkan siapa yang menggugat jika punya data yang konkret. Kalau kami sendiri menganggap ini adalah data benar,” kata Ikrimah.

Ketua Bawaslu Medan Payung Harahap mengatakan ada beberapa catatan yang dievaluasi. Temuan kubu Paslon 01 terkait beberapa KTP yang bukan penduduk Belawan ikut mencoblos, pihaknya meminta mereka segera membuat laporan ke Bawaslu Medan.

“Ini sebenarnya tidak mempengaruhi hasil, tapi dia salah penginputan dari jumlah yang keliru coblos tersebut. Itu ada di 19 kecamatan. Soal di Belawan, kita anjurkan agar mereka buat laporan ke kita,” ujar Payung.

Pada Pilkada Medan, menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution yang berpasangan dengan kader Partai Gerindra Aulia Rachman diusung delapan partai politik yaitu PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Hanura, dan PSI.

Sementara itu rivalnya, Akhyar Nasution-Salman Alfarisi hanya diusung Partai Demokrat dan PKS. (*)
Sumber :
cnnindonesia.com
Editor:
Dewani N Dalimunthe

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram