1 Desember 2021

Anggota DPRDSU Berjanji Perhatikan Kelangkaan Pupuk Subsidi

SIMALUNGUN—RENTAKNEWS.COM: Anggota Fraksi Nasdem DPRD Sumatera Utara Rony Roynaldo Situmorang SE mengadakan reses tahap I tahun sidang kedua tahun 2020-2021, bertempat di dusun II Bangun Putih, Nagori Pulo Bayu, Kecamatan Huta Bayuraja, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, Rabu  (16/12/2020).

Reses tersebut dihadiri Camat Huta Bayu Raja, Bangun Sihombing STTP., M.Si, Kapolpos Hutabayu Aipda E. Panjaitan mewakili Kapolsek Tanah Jawa, Pangulu Pulo Bayu Beny Pasaribu, Pangulu Jawa Baru Heri Sinaga, tokoh agama, tokoh masyarakat dan beberapa perangkat Nagori lainnya beserta puluhan warga sekitar Pulo Bayu.

Menurut Rony Roynaldo Situmorang, tujuan reses adalah menyerap aspirasi masyarakat di dapilnya masing-masing untuk memberikan solusi terbaik dari berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Aspirasi tersebut akan diperjuangkan di DPRD Sumut.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk tahun 2021 nanti tidak ada pembangunan infrakstuktur di seluruh Sumetera Utara karena masalah Covid-19 ini masih tak kunjung usai. “Jadi perlu kami  sampaikan agar masyarakat tidak bertanya soal perbaikan infrakstuktur. Ada dua yang dapat diperjuangkan adalah perbaikan jalan putus dari Tanah Jawa menuju  Siantar, tepatnya di Marubun Jaya Pondok Delapan dan satu titik pengaspalan menuju Tiga Ras. Namun jika ada hal lain yang disampaikan akan diperjuangkan bersama delapan anggota DPRDSU asal Simalungun,” katanya.

Seorang warga bermarga Simamora mempertanyakan penyebab kelangkaan pupuk subsidi pemerintah yang kadangkala hilang di pasaran sehingga para petani susah dalam pemupukan tanamannya. Ia juga mengeluhkan kualitas benih yang diberikan pemerintah biasanya kurang bagus sehingga sama sekali tidak menguntungkan petani.

Rony mengakui, ha tersebut juga terjadi di berbagai tempat, oleh karena itu hal itu akan dibicarakan dengan dinas terkait. “Kita akan mencari tahu di mana letak permasalahan ini  dan bukan hanya di sini saja terjadi, tapi juga di daerah lain. Jadi hal ini akan sangat kami prioritaskan,” katanya..

Sementara itu, Pangulu Nagori Jawa Baru, Heri Sinaga, menyampaikan keluhannya terkait jembatan yang runtuh dilanda bencana beberapa waktu lalu dan saluran irigasi yang seharusnya mengairi sawah petani yang sudah 20 tahun tak terpantau. Padahal menurutnya dua hal tersebut sangat penting bagi masyarakatnya.

Menyikapi hal itu, Rony mengatakan jika jembatan tersebut ada di jalan Provinsi maka hal itu akan diperjuangankan kepada Gubernur Sumut tapi jika di jalan kabupaten maka akan disampaikan ke Bupati Simalungun. Tentang irigasi atau PSDA Provinsi yang tak terpantau akan segera ditinjau lokasinya. ”Ini akan menjadi catatan penting bagi kami ke depannya,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan Rony untuk mempercepat kemajuan Simalungun dan untuk memacu kemajuan dan kesejahteraan maka akan  diperjuangkan pemekaran Kabupaten Simalungun. “Jika moratorium sudah dibuka maka pasti saya akan perjuangkan pemekaran itu, namun sebelumnya apabila ada hal-hal yang perlu diselesaikan agar masyarakat siap memberikan informasi. Saya berjanji akan bekerja dengan amanah untuk rakyat dan bukan bekerja untuk ketebalan kantong sendiri,” katanya lagi.

Dalam kesempatan Rony menyerahkan puluhan masker dan hanstanitaizer untuk masyarakat Huta Bayu Raja agar dapat dipergunakan dalam mencegah penyebaran virus Covid-19.(*)

Reporter:

Syamhadi P Tambak

Editor:

Dewani N Dalimunthe

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram