MEDAN—RENTAKNEWS.COM: Pengamat Politik Universitas Sumatera Utara (USU) Dr. Warjio, SS,MA mengatakan oligarki dapat memperburuk demokrasi di Indonesia, terkhususnya Kota Medan.

IKLAN


“Isu oligarki tidak bisa dipungkiri bukan hanya terjadi di Medan tetapi juga di Solo. Saat ini sedang terbangun politik kekerabatan yang melibatkan menantu dan anaknya Presiden. Tentu hal semacam itu memperburuk demokrasi,” kata Warjio, Kamis (17/12/2020).


Dikatakan Warjio, persoalan itu akan tetap eksis dari tiga sampai lima tahun ke depan. Namun apakah posisi itu kemudian akan dimanfaatkan secara positif atau tidak, menurutnya, hal tersebut menjadi tanda tanya ke depan.


Warjio juga menyebutkan, ada dua sorotan lain yang akan ditagih kepada pasangan calon (paslon) Bobby-Aulia. Pertama, perihal penguatan politik institusi Kepala Daerah Medan yang selama ini dilekatkan dengan kasus korupsi.


“Tentu ini akan menjadi pekerjaan rumah yang besar untuk memulihkannya. Bagaimana membangun citra korupsinya pemerintah Medan kepada birokrasi dan masyarakat menjadi tugas yang harus dilakukan nanti oleh Paslon 2 jika ditetapkan menang oleh KPU,” kata Warjio.


Selain persoalan korupsi ada juga soal infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan warga Kota Medan. Seperti jalan rusak, banjir, distribusi pembangunan di setiap wilayah, juga akan menjadi perhatian lebih masyarakat apakah dilakukan ke depan atau tidak.


“Sampai saat ini kita tahu bahwa pembangunan di Medan bagian Utara seringkali terpinggirkan. Oleh karena itu janji-janji yang sebelumnya telah diutarakan pastikan menjadi sorotan perihal realisasinya. Serta menjaga politik harmonisasi masyarakat kota Medan. Sehingga isu lainnya seperti masalah kemiskinan, kesehatan, warisan budaya, juga menjadi prioritas utama dalam pembangunan ke depan,” jelas Warjio. (*)


Sumber:
Waspada.co.id
Editor:
Dewani N Dalimunthe

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here