1 Desember 2021

Tim Hukum Paslon Akhyar-Salman Layangkan Gugatan ke MK

MEDAN—RENTAKNEWS.COM: Tim Kuasa Hukum pasangan calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan melayangkan gugatan sengketa Pilkada Kota Medan ke Mahkamah Konstitusi (MK) Jumat (18/12/2020) sekitar pukul 19.00 WIB.


Hal tersebut dibenarkan oleh Kuasa Hukum paslon Akhyar-Salman, Ucok TH Lumban Gaol SH, yang dikonfirmasi melalui telepon seluler.
“Terkait gugatan pilkada sudah dilayangkan dan sudah diterima pukul 19.00 WIB, yang mana batasnya tadi sekira pukul 20.11 WIB. Sesuai dengan peraturan Mahkamah Konstitusi (MK) dan undang undang tentang pemilu syarat mengajukan gugatan itu tiga hari setelah diumumkan penghitungan hasil rekapitulasi,” kata Ucok.


Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan mengumumkan hasil pada tanggal 15 Desember lalu, hari ini merupakan waktu terakhir untuk melayangkan gugatan.


“Sudah lengkap dengan bukti dan kuasa, surat yang lain pendukung dengan syarat untuk mengajukan gugatan. Bukti yang diajukan itu adalah formulir C1 dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sudah didapat dari saksi-saksi yang ada di TPS,” kata Ucok.


Lebih lanjut, Ucok menjelaskan, pihaknya mengajukan gugatan ke MK, sebab menurut mereka, adanya kesalahan penghitungan yang dilakukan oleh KPU Medan maupun penyelenggara pemilu di tingkat TPS sampai pada rapat pleno di tingkat kota.


“Menurut pemohon pasangan Akhyar- Salman, suara yang diperoleh mereka itu berbeda dengan hasil yang didapat dari C1, begitu juga dengan pasangan Bobby-Aulia, jadi itulah dia yang menjadi dasar gugatannya, sehingga permohonan ini amar meminta untuk dilakukannya penghitungan suara ulang untuk Kota Medan. Supaya lebih terbuka lagi, publik juga mengetahui bahwa penghitungan suara ulang itu, karena kita menjaga suara rakyat ini,” jelas Ucok.


Selain itu, Ucok mengungkapkan, terkait didaftarkannya perselisihan pada Pilkada Kota Medan, pihaknya menunggu hasil, apakah putusan itu putusan sela atau putusan pokok perkara.
“Terkait dengan gugatan ini kita lihat dulu nanti hasil sidangnya, itulah yang menurut pasangan Akhyar-Salman, sehingga tidak ada suara rakyat yang salah gunakan oleh penyelenggara pemilu,” tutup Ucok. (*)


Sumber:
Waspada.co.id
Editor:
Dewani N Dalimunthe

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram