7 Desember 2021

Pakar Hukum Tata Negara Faisal Akbar Pada Syukuran Pondok Konstitusi: “Pada Hakekatnya Al-Quran dan Hadist Adalah Sumber Hukum Yang Paling Tinggi”

MEDAN—RENTAKNEWS.COM: Pakar Hukum Tatanegara Dr. Faisal Akbar Nasution, SH, MH mengatakan Undang-Undang Dasar adalah sumber hukum tertinggi suatu negara. Tapi sesungguhnya di atas konstitusi itu ada yang lebih tinggi lagi terutama di negara-negara yang penduduknya beragama Islam yaitu Al Quran dan Al Hadist. Hal itu diungkapkan Faisal Akbar dalam acara Silaturrahim Pimpinan Pusat Himpunan Cendekiawan Muslim Nias Indonesia (PP HCMNI) sekaligus Syukuran Pondok Konstitusi Dr. Ali Yusran Gea, SH, MKn, MH pada Minggu (27/12/2020).

“UUD suatu negara adalah sumber hukum tertinggi suatu negara, tapi pada hakekatnya masih ada sumber hukum yang lebih tinggi lagi terutama di negara-negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam yaitu Al-Quran dan Hadist. Namun selama ini hal itu jarang disinggung-singgung padahal konstitusi itu mengatur prilaku warga negara itu sedangkan Al Quran dan Al Hadist mengatur hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia dengan sesamanya,” kata Staf Pengajar Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (FH USU) ini.

Dr. Ali Yusran Gea, SH, MKn, MH menyerahkan bantuan sembako kepada kaum dhu’afa

Di Indonesia sumber hukum tertinggi itu adalah Undang-Undang Dasar 1945 yang diumumkan Presiden Soekarno pada tanggal 18 Agustus 1945. UUD 1945 ini dalam perjalanannya sudah mengalami tiga kali amandemen dari hanya sekitar 37 pasal menjadi sekitar 107 pasal. Tapi yang terpenting adalah pasal 1 yaitu tentang Dasar Negara yang harus dipatuhi setiap warga negara.

Menurut Faisal pasal 1 UUD 1945 terdiri dari tiga ayat yaitu Negara Indonesia ialah ayat 1 Negara Kesatuan yang berbentuk Republik, ayat 2 Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar, dan ayat 3 Negara Indonesia adalah negara hukum. “Ini yang penting difahami rakyat Idonesia,” katanya.

Ketua Umum PP HCMNI yang adalah juga penggagas Pondok Konstitusi Dr Ali Yusran Gea, SH, MKn, MH dalam sambutannya mengatakan, kegiatan ini adalah wujud rasa syukurnya dan keluarga atas nikmat Allah SWT yang mereka terima selama ini. “Untuk itu pada hari ini saya dan keluarga ingin mensyukuri nikmat Allah itu dengan menyantuni anak yatim piatu dan kaum dhu’afa. Semoga rezeki yang kami terima selama ini menjadi berkah,” kata Gea.

Hadir dalam acara ini sesepuh HCMNI dan para pengurus, anggota DPRD Sumut H Subandhi, tokoh masyarakat dan alim ulama.(*)

Reporter:

Dewani N Dalimunthe

Editor:

Arif P Putera

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram