SIMALUNGUN—RENTAKNEWS: Warga Kabupaten Simalungun diantaranya Anggota DPRD Simalungun yang juga Ketua Karang Taruna Kabupaten Simalungun Bona Uli Rajagukguk meminta Kapolres Simalungun mengusut tuntas kematian Yovan Purba (21 tahun) yang ditemukan tewas dengan kondisi yang mengenaskan pada Minggu (7/12/2020) di Komplek Perumahan Cendana PT Bridgestone Sumatera Rumber Estate  Nagori Dolok Melangir I Kecamatan Dolok Batunanggar Kabupaten Simalungun.

IKLAN
Sariman Manurung

Permintaan serupa juga diungkapkan tokoh masyarakat Sariman Manurung. Keduanya langsung datang ke lokasi tempat jasad Yovan Purba ditemukan. Melihat kondisi jasad korban yang begitu mengenaskan, Bona Uli Rajagukguk menduga kematian korban akibat penganiayaan berat yang dilakukan oknum yang tidak bertanggungjawab dan main hakim sendiri.

“Diduga main hakim sendiri, untuk itu saya minta Kapolres Simalungun bertindak tegas dan mengusut tuntas kasus ini,” katanya kepada Rentaknews.com di lokasi jasad Yovan Purba ditemukan, Minggu (27/12/2020) pagi.

Sementara Tokoh Masyarakat Simalungun Sariman Manurung yang juga langsung melihat kondisi korban mengatakan kematian Yovan Purba terlihat tidak wajar karena dalam kondisi diborgol. “Jika diduga mencuri, mana buktinya kan ngak bisa main hakim sendiri. Dari mana borgolnya?” tanya Sariman Manurung.

Menurut Sariman jika diduga masuk ke salah satu rumah Manejer PT Bridgestone kenapa harus dihakimi sampai tewas, ini negara hukum. “Untuk itu saya minta Kapolres Simalungun mengusut tuntas kasus ini, siapa yang terlibat harus dihukum,” ujar Manurung.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Youvar Aldriyansyah Purba alias Yovan Purba (21) penduduk Komplek SD 2 Kelurahan Serbelawan Kecamatan  Dolok Batunanggar Kabupaten Simalungun Sumatera Utara. Yovan tinggal bersama orang tuanya bernama Sumarni di komplek SD 2 tersebut karena orang tuanya sebagai guru sekolah itu.

Pada Minggu (27/12/2020) dinihari, jasad Yovan Purba ditemukan tewas berlumuran darah di belakang rumah seorang manager PT Bridgestone Sumatera Rumber Estate  Nagori Dolok Melangir. Diduga Yovan Purba masuk ke rumah iu ingin mencuri lalu ketahuan satpam dan mengamankannya dengan memborgol.

Berbagai dugaan bermunculan atas tewasnya Yopan Purba. Ada yang mengatakan pihak oknum Satpam Bridgestone menghakimi Yovan secara sadis sehingga berakibat tewasnya Yovan dengan borgol di tangan.

Kanit Reskim Polsek Serbelawan Ipda Kago Saragih yang diminta konfirmasinya belum bisa memberikan pernyataan. Namun Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo pada Senin (28/12/2020) mengatakan Polres Simalungun telah membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini. Tim ini langsung dipimpin Kasat Reskim AKBP Rahmat Ariwibowo, SIK.

Informasi yang diperoleh di Polres Simalungun, pihak kepolisian sudah menangkap empat orang tersangka yang terdiri dari tiga orang Satpam PT. Brigdestone dan seorang Warga Negara Asing (WNA). Tiga orang satpam sudah ditahan tapi WNA belum bisa ditahan karen amsih adlam koordinasi dengan pihak kedutaan negara Bahapal.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain, satu unit sepedamotor Honda Cub 70 warna motif hijau-merah serta handphone. Polisi juga menyita kalung emas, dompet berisikan uang tunai Rp 2 juta lebih, tas berisi kunci mobil dan kunci rumah, BPKB mobil Toyota Innova, paspor, tiga buku rekening milik para tersangka. Selain itu, polisi juga menyita talenan dan borgol yang diduga digunakan sebagai alat dalam melakukan penganiayaan tersebut. (*)

Reporter:

Syamhadi Purba Tambak

Editor:

Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here