2 Desember 2021

Tokoh Muda Sumut Kecewa Menparekraf Tak Peduli Wisata Bahari Pantai

MEDAN—RENTAKNEWS.COM: Dua orang tokoh muda Sumatera Utara merasa kecewa atas kunjungan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ke Sumatera Utara pada tanggal 30 Desember 2020 lalu. Ketika itu Sandiaga hanya mengunjungi Kawasan Wisata Danau Toba dan mengabaikan potensi Wisata Bahari Pantai seperti Kawasan pantai disepanjang Pantai Timu Sumatera Utara.

Kedua tokoh muda itu adalah Wakil Ketua Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) Fachroel Rozi, SH dan Ketua Pamuda Tani Indonesia (PTI) Sumut Muhammad Fadly Abdina. SP, MSi. Keduanya mengungkapkan kekecewaanya kepada Rentaknews.com di tempat terpisah di Medan, Sabtu (02/12/2020).

Menurut Fachroel, kunjungan Sandiaga ke Sumut hanya mengunjungi Kawasan Wisata Danau Toba yang sudah establish, tapi mengabaikan potensi wisata bahari pantai yang banyak disepanjang pesisir pantai timur Sumatera Utara, seperti kawasan pesisir pantai Serdang Bedagai, pantai Deli Serdang, Pantai Batubara, dan Pantai Asahan.

Pulau Salah Namo salah satu objek wisata maritim yang terletak di Kabupaten Batubara.

“Kawasan pantai inilah yang seharusnya dipopulerkan Menteri Sandiaga karena keindahannya sangat menakjubkan. Ini potensi besar yang harus mendapat perhatian Menparekraf. Sandiaga hendaknya jangan hanya terpaku pada objek wisata yang sudah eksis. Nampaknya pejabat di Dinas Pariwisata Sumut tak peduli dan tidak memberi masukan kepada Sandiaga,” kata Fachroel lagi.

Fachroel meminta agar pemerintah pusat khususnya Menparekraf mempunyai perhatian khusus pada wisata maritim di sepanjang Pantai Timur Sumatera Utara yang potensinya sangat besar untuk dikembangkan. Selama ini potensi itu terabaikan, energi pemerintah pusat dan daerah terkuras hanya untuk mengurus Kawasan Danau Toba.

Sementara itu Fadly Abdinamengatakan semestinya Menteri Sandiaga menyempatkan diri mengunjungi wilayah kawasan wisata maritim/bahari yang  banyak di sepanjang Pantai Timur Sumatera Utara, khususnya yang berada di sekitaran Kota Medan.

Menurut Fadly, saat ini pemerintah belum memperhatikan potensi wisata maritim/bahari yang ada di Sumatera Utara terutama potensi besar dari sisi pantai, laut dan bawah laut.

“Kita melihat masyarakat di kawasan wisata maritim/bahari berjuang sendiri secara tradisional dalam mengembangkan objek wisata maritim/bahari di daerah mereka. Kami sebagai generasi muda Sumatera Utara berharap dan meminta agar pemerintah pusat dan daerah memberikan perhatian khusus pada objek-objek wisata maritim dan pantai yang banyak terdapat di sisni,” kata Fadly lagi. (*)

Reporter:

Abdul Aziz

Editor:

Harun AR

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram