JAKARTA–RENTAKNEWS.COM: Tim Disaster Victim Indentification (DVI) Polri akan berkoordinasi dengan Sriwijaya Air untuk mendapatkan CCTV penumpang pada saat boarding di bandara Soekarno-Hatta.

IKLAN

Rekaman CCTV tersebut diperlukan untuk membantu proses identifikasi korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak sriwijaya untuk mendapatkan passenger list yang detail termasuk seat number termasuk juga CCTV yang nantinya kita capture satu persatu dari masing-masing penumpang pada saat boarding,” kata Komandan DVI Polri Hery Wijatmoko dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (10/01/2021).

Dalam proses identifikasi korban, lanjut Hery, tim DVI juga akan dibantu puluhan ahli. Di posko antemortem, misalnya, ada 51 ahli yang saling bekerjasama untuk mengumpulkan data terkait korban.

Antemortem adalah data sebelum kematian baik medis maupun barang yang melekat yang didapatkan dari pihak keluarga.

Hal-hal yang dikumpulkan itu kemudian dibandingkan dengan postmortem, atau data yang didapat dari temuan yang diserahkan tim SAR ke RS Polri untuk diidentifikasi.

“Dari posko post mortem kalau tadi antemortem kami libatkan 51 ahli dari post mortem Kita libatkan 25 ahli termasuk dari forensik ontokologi forensik, toksikologi forensik Kemudian dari antropologi dan sebagainya,” tutur Hery.

Tak hanya itu, tim DVI juga melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil hingga Indonesia Automatic Fingerprint Indentification System (Inafis).

“Personil yang dilibatkan dalam kegiatan di RS polri meliputi dari Pusdokkes Polri, dari RS Polri Dokter Soekanto melibatkan dari Puslabfor, Inafis, perhimpunan dokter forensik Indonesia, perhimpunan dokter gigi Indonesia juga melibatkan Polda Metro Jaya dan Brimob. Kemudian dari Kemenkes, Kemensos, serta dengan juga melibatkan dari TNI,” tandasnya.

Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ 182 hilang kontak, Sabtu (09/01/2021) pada pukul 14.40 WIB. Pesawat diperkirakan jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.

Pesawat itu membawa penumpang 46 dewasa, tujuh anak-anak, tiga bayi, pilot-kopilot, satu petugas keselamatan penerbangan dan tiga awak kabin. (*)

Sumber:
cnnindonesia.com
Editor:
Arif P Putera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here