MEDAN—RENTAKNEWS.COM: Badan Pembudayaan Kejuangan ’45 atau Dewan Harian Daerah (DHD) ’45 Provinsi Sumatera Utara merencanakan akan memugar beberapa tetengger Garis Demarkasi Perundingan Linggarjati yang terletak di beberapa lokasi di kota Medan.

IKLAN

Hal itu diungkapkan Sekretaris Umum DHD ’45 Provinsi Sumatera Utara Dr. Edy Syofyan, MAP ketika bersama  Panitia Pemugaran Tetengger Garis Demarkasi Perundingan Linggarjati Jalan Kapten Rahmad Budin Lingkungan 02 Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan, Jumat (15/01/2021).

Perundingan Linggarjati adalah perundingan antara Indonesia dan Belanda pada tanggal 11-15 November 1946 di Linggarjati, Jawa Barat. Perundingan ini diadakan akibat terjadinya perang heroik tanggal 10 November di Surabaya antara pejuang Indonesia dengan tentara Belanda yang mencoba membonceng tentara Sekutu yang bertugas menjaga perdamaian. Perundingan Linggarjati ini menghasilkan gencatan senjata sehingga dibuatlah garis demarkasi kekuasaan Belanda dan Indonesia.

Pengurus DHD ’45 Sumut dipimpin Sekretaris Umum Dr. Edy Syofyan, MAP meninjua Tetengger Garis Demarkasi Perundingan Linjjarjati di Kampung Terjun Marelan, Jumat (15/01/2021)

Menurut Edy, Ketua Umum DHD ’45 Sumatera Utara Mayjen TNI (Purn.) Muhammad Hasyim telah mencanangkan tiga belas Program Kerja DHD ’45 Sumut dalam Rakerda DHD ’45 akhir Desember lalu. “Salah satunya memugar tetengger-tetengger yang merupakan bukti sejarah perjuangan bangsa Indonesia di daerah ini yang kondisinya memprihatinkan sehingga menimbulkan kekhawatiran mengaburkan sejarah perjuangan bangsa. Karena itu secara bertahap DHD ’45 Sumut akan memugar tetengger yang rusak dan tidak terawat itu. Kita miris dan prihatin karena tapak-tapak sejarah penting perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan itu seperti tidak terurus ditambah lagi tidakfahaman dan ketidakpedulian masyarakat terhadap bukti-bukti sejarah itu,” kata Edy yang datang meninjau tetengger itu bersama Pengurus DHD ’45 diantaranya OK Zukarnaen, SH (Ketua III), Ir. Vivi Savitri (Bendahara Umum), Dr. Phil Ichwan Azhari, MSi (Ketua Bidang Pembudayaan), Dr. Zakira Zandi, MA (Ketua Bidang Humas) dan Drs. Harun Al Rasyid (Anggota Bidang Sosial Budaya). Dalam peninjuan ini Pengurus DHD ’45 Sumut didampingi Ngatimin selaku Kepala Lingkungan 02 Kelurahan Paya Pasir.

Sementara itu Sejarahwan Ichwan Azhari dalam kesempatan itu mengatakan, pentingnya menjawan dan merawat bukti-bukti sejarah itu sebagai pengetahuan bagi generasi muda kita tentang sejarah perjuangan bangsanya. “Tetengger Garis Demarkasi Perundingan Linggarjati yang terletak di Kampung Terjun ini merupakan salah satu bukti sejarah yang tentang perjuangan bangsa ini bagi masyarakat dan terutama generasi muda,”kata Ichwan Azari lagi.

Dalam kesempatan itu, Edy Syofyan juga menginformasikan bahwa tahun ini DHD ’45 Sumut juga akan membuat arsip virtual situs-situs sejarah dan cagar budaya yang ada di Sumatera Utara. Arsip virtual ini akan memudahkan para peneliti dan generasi muda untuk mengetahui situs-situs sejarah yang ada di daerah ini. (*)

Repoter:

An Jambak

Editor:

Harun AR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here