Abdul Aziz memegang Dan V

Dirgahayu Kala Hitam

Medan,Rentaknews.com. Perjalanan panjang Perguruan Karate Kala Hitam tidak bisa dilepaskan dari sosok alm Kancho Winta Karna, beliau yang mendirikan perguruan Karate Kala Hitam berpusat di Medan 49 tahun lalu tepatnya tanggal 20 Januari 1972 bersama H.A. Ronny Simon.

IKLAN

Mengutip sambutan Mantan Ketua PWI Cabang Sumatera Utara Drs. H.M Yazid dalam buku Perjalanan Perguruan Karate Kala Hitam sejak 20 Januari 1972.

Ketika Perguruan Karate Kala Hitam berdiri suasana dunia perkaratean belum begitu menonjol, saat itulah Sensei Winta Karna dengan semangat yang tinggi, jiwa tulus mengajak sejumlah wartawan yang berkumpul di kantor PWI Cabang Sumatera Utara Jln. Listrik no. 5 Medan untuk bergabung mengikuti latihan karate dengan mengikut sertakan keluarga untuk berlatih bersama.

Jerih payah, semangat dan keuletan Winta Karna dalam membangun Kala Hitam patut mendapat acungan jempol, tanpa kenal lelah ia terus melatih, memimpin serta mengembangkan Kala Hitam.

Bukan saja waktu, tetapi Winta Karna telah mengorbankan karir dan hidupnya bagi Kala Hitam , pengorbanan yang demikian itu sukar ditandingi.

Bagi Kala Hitam disiplin merupakan sesuatu yang tidak bisa di tawar-tawar, hal ini yang selalu ditekankan Winta Karna pada setiap sesi latihan, ini dapat dipahami, sebab Kala Hitam menganut aliran Kyokushin- Karate atau yang lebih dikenal dengan Oyama – Karate ber aliran Full body Contact (pukul langsung) dengan memakai sistem dan aturan IKOK (International Karate Organization Kyokushin Kai-Kan) sehingga mutlak memerlukan disiplin.

Banyak wejangan yang sering disampaikan Sensei Winta Karna usai kami berlatih ujar Abdul Aziz, pemegang sabuk Hitam (DAN V) dipercaya sebagai anggota juri Internasional Kyokushinkai-Kan diantaranya,
Seorang Karateka baru dapat mengetahui manfaat karate setelah mempelajarinya dan berlatih selama 10.000 jam atau berlatih selama tiga puluh tahun ujar beliau mengulang pesan Sosai Mas. Oyama saat Winta Karna dinyatakan lulus sebagai pelatih Internasional yang ber aliran Kyokushin ini.

“Ada banyak petuah dan nasehat beliau yang selalu saya ingat”, ujar Abdul Aziz.

Dalam suatu acara pengukuhan terhadap 10 orang Instruktur Karate Kala Hitam yang berlangsung tanggal 28 Desember 1995 di dojo pusat Jln. Listrik No. 5 , Shihan Winta Karna sebagai Ketua Dewan Guru langsung menyerahkan sertifikat instruktur dan mengukuhkan secara tradisi yang berlaku di kalangan instruktur karate Kala Hitam, dengan melakukan gerakan “TAMESHIWARI” atau memukul benda keras berupa balok kayu sebanyak 300 kali setiap instruktur baru tersebut.

Melakukan gerakan ini sebenarnya adalah suatu penilaian akhir yang berat, sebab telah dilandasi oleh tekad keberanian, daya tahan yang tinggi, sanggup menahan beban fisik yang berat dan ketabahan yang luar biasa. Ini juga bermakna sebagai suatu uji apabila kelak sang instruktur telah berada di tengah-tengah masyarakat menghadapi berbagai rintangan dalam mencapai cita-citanya, ia tidak mudah menyerah pada keadaan.
Bahkan sebaliknya ia akan lebih bersikap satria.

Selepas itu Winta Karna yang akrab di panggil Sensei oleh murid-muridnya memberikan amanat bahwa dalam hidup ini ada dua “S” yang ditakuti oleh setiap orang, tidak terkecuali apapun status sosialnya.

Apakah ia seorang berpangkat tinggi atau seorang Hartawan, bila telah terlanda oleh salah satu dari dua “S” ia akan menjadi loyo.

“S” yang pertama menurut Sensei Winta Karna adalah “Sakit” seandainya seseorang terbaring ditempat tidur karena menderita sakit , maka apapun statusnya ia pasti tidak berdaya.

Demikian juga “S” yang kedua yaitu salah. Salah adalah bencana dalam perjalanan karir hidup seseorang. Apabila seseorang bersalah maka dalam dirinya pasti dihantui oleh perasaan takut dan dikejar – kejar perasaan bersalah. Maka dari itu hindari kedua “S” tadi,

Mengapa orang tidak bisa menghindari dua “S” tadi, dikarenakan ia tidak bisa menguasai diri, mudah terpengaruh oleh nafsu dan emosi serta lingkungan pergaulan yang tidak baik.

Banyak tokoh- tokoh Sumatera Utara yang ditempa di Perguruan Kala Hitam, sebut saja

Pangkostrad Letjen TNI (Pur) Edy Rahmayadi saat ini menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara beliau pemegang sabuk hitam, salah seorang Murid Kancho Winta Karna.

Dr. dr. H. Rustam Effendi YS, Sp.PD KGEH (DAN V) pernah meraih sebagai dokter Puskesmas teladan RI tahun 1980. Mencalonkan diri sebagai Walikota Tanjung Balai tahun 1995 dan segudang prestasi yang diraihnya berkat pembinaan fisik, mental, disiplin, kejujuran di Perguruan Kala Hitam.

Tokoh lainnya DR. H. Rahmat Shah, Ketua Umum Pengda FORKI Sumatera Utara
Pemegang Sabuk Hitam (DAN VI) dan masih banyak tokoh – tokoh masyarakat lainnya yang berlatih menimba ilmu di Kala Hitam.

Satu hal yang cukup menonjol adalah soal kesetiakawanan yang terbina dilingkungan murid – murid Kala Hitam terasa sangat kental ujar Abdul Aziz, ST, yang sudah berlatih selama 37 tahun di Perguruan ini.

Kurun waktu 49 tahun merupakan perjalanan panjang, namun melihat perkembangan Kala Hitam, diyakini akan terus berkembang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here