2 Desember 2021

Muryanto Amin, Rektor USU Periode 2021-2026

NGOPI PAGI BANG AROEN

“Selamat Bekerja Mur, Jangan Lupa Hilangkan Stigma USU sebagai Universitas Salah Urus”

Assalamu’alaikum, selamat pagi sahabat semua, semoga kita selalu mendapat perlindungan dari Allah SWT sehingga mampu menjalankan peranan kita sebagai khalifahnya di muka bumi ini. Aamiin ya rabbal’alamin.

Sahabat sekalian, barangkali kita semua setuju, terutama sahabat alumni Universitas Sumatera Utara bahwa kemaren, Kamis tanggal 28 Januari 2021 adalah suatu hari yang bersejarah dalam perjalanan universitas kebanggaan masyarakat Sumatera Utara. Hari itu, Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Sumatera Utara (MWA USU), Dr. Kartini Panjaitan Sjarir, melantik Dr. Muryanto Amin, S.Sos, M.Si, sebagai Rektor USU Periode 2021-2026. Kita wajib bersyukur karena Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI dapat bersikap elegan dan profesional menyikapi gejolak yang senggaja diciptakan oleh kelompok yang tak menginginkan terjadinya suksesi kepemimpinan di USU pasca proses pemilihan Rektor USU beberapa waktu lalu.

Kita tak perlu mengkilas balik, drama yang bergulir pasca pemilihan itu sampai kemaren drama itu diakhiri dengan sangat elegan oleh Kemendikbud.  Yang sudah berlalu biarlah berlalu, yang sudah terlanjur berkhianat mari kita maafkan. Mari kita bersama-sama menatap masa depan USU, yang merupakan kebanggaan kita. Jangan sampai ada anak bangsa yang “minder” karena kuliah di USU.

Kita apresiasi sambutan Ketua MWA USU, yang mengatakan dengan tegas bahwa proses pemilihan rektor sudah selesai dilaksanakan dengan baik dan oleh karena itu seluruh unsur universitas harus memahami bahwa tidak ada pihak yang kalah maupun menang.

Perlu kita kutip pernyataan Ketua MWA USU: “Sekarang waktunya untuk bersatu, bahu membahu membangun USU lebih baik. Saya meminta kepada rektor terpilih, Dr Muryanto Amin, untuk memulai kiprahnya dengan semangat, merangkul semua dan memberdayakan semua potensi yang ada. Inilah tantangan Rektor USU ke depan, jangan takut bersikap dan harus bisa menjadi pemimpin yang mengayomi semua,” begitu kata Kartini.

Mury, begitu kami memanggil rektor USU yang baru itu, beliau masih sangat muda, beliau lahir  30 September 1974. Sejak mahasiswa Mury dikenal sebagai aktifis mahasiswa, beliau punya jejak yang jelas di organisasi ekstra kampus, Himpunan Mahasiswa USU. Dalam kiprahnya sebagai dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik USU yang kemudian memimpin fakultas itu sebagai Dekan, Mury dikenal banyak kalangan yang menggurita menjadi sebuah jaringan yang sangat luas sekali. Memang pada pemilihan Rektor USU periode 2021-2026 Mury “seakan tidak diinginkan” memimpin USU.  Suara-suara menginginkan kepemimpinan USU diserahkan kepada yang lebih senior Prof. Dr. dr. Farhat yang dan Prof. Muhammad Arif.

Mury berharap, seluruh civitas akademika USU dapat kembali menyatukan energi dan kekuatan untuk membangun USU yang lebih baik. Menurut Mury, tantangan cukup berat, khususnya dalam mewujudkan visi dan misi USU untuk masuk dalam jajaran world class university serta melakukan adaptasi teknologi dalam metode pembelajaran di tengah pandemi yang belum juga kunjung melandai.

Ayo mari kita dukung Mury melaksanakan seluruh program-program yang telah disampaikannya dalam tahapan audisi pemilihan Rektor USU sebelumnya. “Selamar bekerja Mur, jangan lupa menghilangkan stigma USU sebagai Universitas Salah Urus. Malu kita…..” (Jum’at, 29012021).

Please follow and like us:
Pin Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

YouTube
Instagram